Sebuah kelompok pemusik Pakistan yang tergabung dalam The Sachal Ensemble benar-benar mengemparkan dunia. Bayangkan, kelompok musik tradisional yang dipimpin Nijat Ali sebagai konduktor, memimpin musik tradisional yang dimainkan Nafees Khan pemain sitar, juga Baqar Abbas, peniup suling, Ballu Khan, pemain kendang tabla, juga Rafiq Ahmed, Naal, Najaf Ali, Dholak, Mardang, Asad Ali, pemain gitar, dan Khawar Hussain, pemain alat musik Sarangi.
Permainan mereka yang begitu memukau, membuat kelompok ini sengat disegani para pemusik dunia. Mereka akhirnya mampu membuktikan bahwa Pakistan bukanlah negara teroris seperti yang dikenal selama ini. ‘’Kami ingin menunjukkan pada dunia bahwa warga Pakistan adalah artis. Bukan teroris,’’ kata Nijat Ali, komposer, konduktor, pemain biola, dan harmonika itu. Dan mereka pun berhasil menggelar sejumlah pagelaran musik di dunia. Termasuk memenangkan film musikal berjudul ‘Song of Lahore’ di ajang Festival Film Tribeca, New York, 2014.
Mari kita saksikan penampilan mereka yang sangat spektakuler bersama kelompok Jazz ‘Wynton Marsalis dalam lagu ‘Take Five’, yang membawa nama mereka melejit di seluruh dunia. Mereka mampu memadukan musik Timur dan Barat menjadi satu aransemen memukau. Juga lagu-lagu lain seperti Besame Mucho dan beberapa lagu lainnnya. Kini tinggal menunggu gebrakan para pemusik dang-dut Indonesia agar bisa tampil seperti pemusik dari Pakistan itu. Peralatan musiknya sudah sama, tinggal niat mengembangkan dang-dut Indonesia ke kancah musik internasional. (DP).
Lebih dari 1.000 pernikahan diduga direkayasa dalam jaringan penipuan imigrasi lintas negara. Dari pesta pernikahan,…
Kegiatan Kereta kencana yang membawa turis berkeliling di Time Square Garden, New York akan berhenti…
Program undian Kartu Hijau atau Green Card dibuka kembali oleh Pemerintah AS. Mulai 29 Oktober 2026,…
Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…
Sekitar 500 ribu warga India berprofesi sebagai ahli komputer sedang resah. Semua ini gara-gara pernyataan…
Apakah pembaca masih ingat kasus skema Ponzi Francius Marganda yang melibatkan kakak beradik Theresia Jaya…