Cyril Almeida wartawan kondang Pakistan, dicekal ke luar negeri oleh Pemerintah Pakistan karena menurunkan berita konflik internal Pemerintah Pakistan.
The Guardian melaporkan rencananya Almeida berlibur ke Dubai, bersama keluarganya Selasa (11/10/2016). Namun rencana itu gagal setelah seorang petugas meneleponnya. ‘’Saya termasuk daftar cekal. Saya diberitahu semalam,’’ kata Almeida, asisten redaktur harian Dawn.
Pencekalan itu diterapkan setelah Cyril Almeida menurunkan berita utama yang isinya mengungkap pertentangan antara PM Pakistan Nawaz Sharif dengan Rizwan Akhtar, direktur jenderal badan intelijen Pakistan, ISI.
Dalam tulisan Cyril di harian Dawn disebutkan Rizan Akhtar menyarankan agar Pakistan menindak keras kelompok Jaish-eMohammad (JeM) dan Lashkar-e-Taiba serta jaringan Haqqani. Tiga kelompok jihad pendukung militan Taliban. ‘’Saran itu disampaikan ke PM Nawaz Sharif agar Pakistan tidak diisolasi masyarakat internasional,’’ tulis Cyril. Cerita eksklusif yang didapat dari sebuah sumber itu dibantah keras oleh PM Nawaz Sharif. Menurutnya, masalah itu sedang dibicarakan dengan Rizwan Akhtar dan Panglima AB Pakistan, Jenderal Raheel Syarif, Senin (10/10/2016). ‘’Mereka yang bertanggung jawab bagi berita-berita yang tidak akurat akan saya gebuk!’’ kata Nawaz Sharif.
Pihak harian Dawn bersikeras bahwa berita itu benar terjadi dan berdasar sumber yang sangat dipercaya. ‘’Berita itu sudah di-crosscheckkebenarannya dan sesuai fakta,’’ tulis Zaffar Abbas, redaktur malam harian Dawn dalam akun Facebooknya.
Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…
Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…
Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…
Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…
Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…