Categories: Uncategorized

India bakal rakit pesawat jet tempur dari Europa dan AS

Pemerintah India berniat membeli ratusan pesawat jet tempur dari Eropa dan AS, dengan syarat pesawat itu dirakit di India dan memakai bahan baku lokal.

Majalah Fortune mengabarkan, hal itu diungkap sejumlah pejabat tinggi militer India. Setelah membeli 36 pesawat Rafael dari Dassault, Prancis, Angkatan Udara India berniat membeli peralatan lebih banyak lagi. Perdana Menteri India Narendra Modi, dikabarkan juga ingin berpartner dengan pihak asing untuk membangun pesawat militer di India. ‘’Awalnya 200 buah. Itu jumlah minimum yang harus disepakati,’’ tutur seorang perwira AU India.

Perusahaan pesawat terbang Lockheed Martin menyambut baik usulan India itu, dan tengah mempersiapkan pabrik pembuatan pesawatnya di India. Kelak, hasilnya bukan hanya untuk keperluan India saja, tetapi juga diekspor ke luar negeri. Demikian juga SAAB dari Swedia yang menawarkan pula pabrik serupa di India, untuk bersaing dengan perusahaan pembuat pesawat Gripen.

‘’Kami tidak hanya berpengalaman dalam hal perakitan, tetapi juga alih teknologi, dan membangun sistem ekologi dengan partner kami,’’ ujar Jan Widerstorm, Ketua dan Direktur Umum SAAB India Technologies. Jan Widerstorm juga mengakui telah menerima surat tawaran dari India itu. dan mengharapkan akan memproduksi minimal 100 pesawat terbang di India.

Demikian juga Lookheed Martin. Perusahaan pesawat dari AS itu akan melakukan alih teknologi pesawat tempur jenis F-16. ‘’Produksi eksklusif F-16 buatan lokal itu, akan menjadikan India menjadi partner integral dari jaringan pemasok pesawat tempur,’’ ujar Abhay Paranjape, Direktur Eksekutif Lockheed Martin Aeronautics Business Development di India.

IL

Recent Posts

Power Up Philly: Philadelphia Perluas Akses Digital untuk Warga

Pada Sabtu, 28 Maret, City of Philadelphia menggelar Power Up Philly: Community Tech Expo, salah…

4 hours ago

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

4 weeks ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

4 weeks ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

1 month ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

1 month ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

1 month ago