Fenomena berburu suara klakson ‘tolelot’ yang dilakukan banyak kalangan dari anak hingga dewasa di berbagai daerah ternyata sudah berlangsung lama dan sudah dikenal di kalangan para sopir bis terutama ukuran besar.
Salah seorang sopir bis pariwisata asal Jakarta, Patra mengungkapkan tren tersebut sudah ada sejak 5-6 tahun yang lalu. “Sejak 5 sampai 6 tahun yang lalu fenomena itu sudah ada,” ceritanya saat ditemui di Taman Parkir Abu Bakar Ali Yogyakarta. Fenomena itu biasanya banyak terjadi di wilayah Jawa Timur sebelum saat ini juga merembet ke daerah lain, di wilayah Yogyakarta sendiri diakuinya ada tapi jumlahnya tidak banyak.
Sebagai seorang sopir dirinya sudah paham apabila ada orang yang memasang ponsel berkamera ataupun sekedar memberikan tanda dengan tangan, bahkan meneriakinya. Dirinya tidak merasa terganggu bahkan ada rasa senang karena merasa mendapat perhatian. “Merasa senang saja tidak terganggu, senang ada yang memerhatikan,” ujarnya yang sedang membawa rombongan asal Bekasi.
Klakson dengan bunyi tolelot yang khas dan menjadi incaran para pemburu tersebut sendiri sebenarnya merupakan klakson variasi dan bukan bawaan pabrik. “Klakson variasi harganya berkisat 1,5-2 juta rupiah,” ujar Patra. (Tribunjogya.com)
Ingin merasakan sensasi terbang di atas punggung naga seperti dalam film How to Train Your…
Panggil saja ia Kembang. Gadis belia asal Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu menyimpan…
Lebih dari 1.000 pernikahan diduga direkayasa dalam jaringan penipuan imigrasi lintas negara. Dari pesta pernikahan,…
Kegiatan Kereta kencana yang membawa turis berkeliling di Time Square Garden, New York akan berhenti…
Program undian Kartu Hijau atau Green Card dibuka kembali oleh Pemerintah AS. Mulai 29 Oktober 2026,…
Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…