Categories: MilitaryPolitics

Dua belas juta dokumen rahasia kini bisa dibaca di situs CIA

Badan Intelijen Pusat AS, CIA memasang 12 juta dokumen rahasia miliknya di situs milik organisasi rahasia AS itu.

Buzzfeed.com mengungkapkan Selasa (17/1/2017), untuk membaca jutaan dokumen itu, para pengunjung diminta melacak dokumen itu dari Arsip Nasional di College Park, Maryland antara 9.00 pagi hingga 16.30 sore. Hanya satu dari empat komputer yang bisa mengakses jutaan dokumen itu.

Dari jutaan dokumen itu, salah satu di antaranya adalah transkrip wawancara wartawati Barbara Walters dengan Pemimpin Cuba, Fidel Castro pada 1977. Dalam dokumen itu, Castro menyebutkan bukti tentang upaya terakhir CIA untuk menghabisinya.

 

Selain itu, dalam jutaan dokumen itu, ada pula catatan penting bertarik 1940-an hingga 1990, yang berisi laporan tentang kejahatan kriminal Nazi hingga penggulingan pemerintah Chile dan Iran oleh CIA. Ada pula program telepati yang dikenal dengan sebutan Star Gate, dan 100 ribu halaman buletin internal CIA yang berisi catatan para bekas direktur CIA.

Langkah CIA itu merupakan bagian dari upaya MuckRock, organisasi nirlaba, yang menuntut agar masyarakat umum dan wartawan diberi akses kebebasan mendapatkan informasi lewat Akta Kebebasan Informasi, tahun 2014. Baru November tahun lalu, CIA menanggapi tuntutan itu dan menyebutkan ‘’Data CREST (singkatan dari CIA Records Searh Tool) dapat diakses secara bebas,’’ ujar Steve Aftergood, bekas direktur Proyek Rahasia Pemerintah dalam Federasi Ilmuwan Amerika.



Data itu kemudian diteliti kembali oleh CIA, apakah informasi yang diakses itu benar-benar tidak rahasia lagi. ‘’Kami sudah bekerja sangat lama, dan saya harus yakin bahwa semua data tidak membahayakan lagi,’’ ujar Joseph Lambert, direktur manajemen informasi CIA yang telah bekerja selama 32 tahun itu. ‘’Kini anda dapat mengakses data itu dari rumah kalian,’’ sambungnya.

.

Recent Posts

Dari Nol di Negeri Orang: Pelajaran Hidup dari Berbagai Pekerjaan di Amerika

Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…

5 days ago

Diaspora Indonesia Tewas Ditabrak Pengemudi yang Menerobos Lampu Merah

Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…

1 week ago

Pesta Babi, Pembelajaran Demokrasi Kita

oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…

3 weeks ago

Generasi DACA dan Siklus Ketidakpastian Setiap Dua Tahun

Bagi ratusan ribu imigran muda yang dikenal sebagai Dreamers, Amerika selama bertahun-tahun terasa seperti rumah,…

3 weeks ago