Pesta syukuran di bar, Moscow (ABCnews.com)
Moscow – Bunyi botol sampanye dibuka terdengar di seluruh kawasan Moscow, ketika warga Rusia merayakan pelantikan Donald Trump sebagai presiden AS, Jumat (20/1/2017).
Associated Press mengabarkan, sejumlah simpatisan Trump dan para nasionalis Rusia tampak berkumpul di sebuah lokasi, yang berjarak beberapa ratus meter dari Kremlin. Di pusat pemerintahan Rusia itu, juga terdengar suara riuh pertanda digelarnya sebuah pesta. Bahkan, satu jam sebelum dilantik di Washington DC, bunyi botol sampanye dibuka juga terdengar di bekas bangunan telegrap. Kali ini pesta disponsori oleh stasiun televisi Tsargard TV, sebuah saluran televisi Rusia yang dipimpin Alexander Dugin, pencetus ideologi ultra kanan Rusia.
‘’Hari ini adalah hari libur,’’ kata Dmitry Rode, seorang eksekutif komunikasi Rusia, sambil tangannya memegang sampanye. ‘’Kami berharap agar hubungan kedua negara terjalin kembali,’’ kata Dmitry. ‘’Khususnya hubungan warga kedua negara yang membangun ekonomi kita,’’ sambungnya. ‘’Kita kan tetangga. Cuma 50 kilometer jauhnya,’’ ujar Dmitry Rode.
Willi Tokarev, 82, penyanyi yang sempat tinggal di AS pada tahun 1970-an dan kini menjadi pemusik legendaris Rusia, menyanyikan lagu ‘Trumplissimo America! di sebuah kelab malam di Moscow. Belasan orang telah bersulang pada hari Kamis malam sebelumnya.
Leonid Slutsky, kepala komisi bidang luar negeri majelis rendah Rusia mengharap Trump dapat membangun hubungan konstruktif dengan Rusia. ‘’Tidak seperti tombol ajaib memang. Butuh waktu perlahan-lahan untuk membangun hubungan kita,’’ kata Leonid. Sementara itu, deputi PM Rusia, Igor Shuvalov yang berpidato di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss mengharapkan Presiden Donald Trump bisa bekerjasama dengan Presiden Vladimir Putin, untuk menyelesaikan krisis Ukraina dan masalah lainnya. ‘’Memang masih banyak kesulitan. Tidak bisa cepat sih,’’ kata Igor.
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…
oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…