Categories: MilitaryPolitics

Inilah Jenderal Khalifa Haftar, penguasa kawasan minyak di Libya

Pemimpin militer Libya Jenderal Khalifa Haftar dikabarkan melakukan negosiasi pembelian senjata dengan Rusia bernilai miliaran dolar.

International Business Times mengabarkan Rabu (18/7/2017), seorang jurubicaranya mengakui, Libya akan menerima senjata modern senilai $ 4,2 miliar dari Rusia, setelah embargo pembelian senjata dicabut PBB. Rusia dan Libya juga sepakat untuk melakukan jual beli suku cadang, pelayanan purna jual para teknisi Rusia.

 

Dalam kesempatan itu, Jenderal Haftar berkunjung ke Kapal Induk Laksamana Kuznetsov yang beroperasi di kawasan Laut Tengah. Di atas kapal induk Rusia itu, Jenderal Haftar membicarakan berbagai hal dengan para perwira tinggi Rusia. Termasuk dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu lewat video untuk meminta dukungan Rusia membasmi kelompok teroris di Libya.

Kontrak kerjasama itu sebenarnya telah ada sejak zaman Muammar Gadhafi. Namun hal itu dibekukan setelah terjadi gerakan anti Ghadafi yang didukung Barat, tahun 2011. Sejak itu, sejumlah kelompok politik berkembang di Libya, termasuk kelompok Partai Selaras Nasional Pemerintah yang didukung Barat. Juga Dewan perwakilan di Tobruk, pendukung Jenderal Haftar, dan kelompok suku Tuareg dan kelompok Islam lain yang kini berubah menjadi ISIS.

 

Jenderal Khalifa Haftar mendapat dukungan dari Uni Emira Arab, UAE dan Mesir. Meski begitu, Haftar dikenal berambisi mendapat dukungan dari Rusia, bahkan Haftar yang digambarkan sebagai ‘Pemimpin Kepala Suku Libya’ itu berkunjung dua kali ke Moscow, selama tahun 2016. Rusia juga menawarkan dana bantuan sebesar $ 2,9 miliar untuk membiayai pasukan pimpinan Jenderal Haftar yang dikabarkan telah merambah ke sejumlah kawasan Libya, terutama kawasan yang kaya kandungan minyak.

.

Recent Posts

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

3 days ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

2 weeks ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

2 weeks ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

3 weeks ago

Global Citizenship Indonesia (GCI) Sepi Peminat

Banyak nada pesimis dan rasanya jauh panggang dari api! Bagaimana tidak, sejak Golden Visa Indonesia…

1 month ago

ICE dan Kewenangannya: Bisa Tahan Warga AS?

Immigration and Customs Enforcement (ICE) kembali menjadi sorotan publik. Lembaga federal yang selama bertahun-tahun dikenal…

2 months ago