Seluruh pegawai Departemen Luar Negeri AS di dalam dan di luar negeri diperingatkan agar tidak memasang komentar negatif tentang kantornya di media sosial.
Buzzfeed.com mengabarkan Kamis (1/2/2017), peringatan itu dikeluarkan lewat sebuah memo yang dikirimkan Asosiasi Pegawai Luar Negeri AS, AFSA. ‘’Kami merasa perlu mengeluarkan peringatan tersebut, setelah kebanjiran pertanyaan dari karyawan. Mereka mempertanyakan panduan mana yang boleh dan tidak dilakukan untuk mengekspresikan rasa tidak sepakatnya,’’ bunyi memo yang dikirimkan lewat surat elektronik.
Memo itu berisi panduan yang harus diikuti pegawai Deplu AS. Termasuk tidak ikut-ikutan mogok atau kegiatan politik lainnya. Memo itu juga memperingatkan bahwa para pegawai kementerian luar negeri AS, ‘’Bila anda hendak mengunggah komentar berhubungan dengan kebijaksanaan luar negeri AS – seperti Melindungi Bangsa dan Negara AS dari aksi Teroris — di akun pribadi atau media sosial, anda harus menulisnya dengan jelas’’
Jurubicara AFSA yang mewakili sejumlah badan luar negeri seperti USAID atau Deparlu AS, tak mau berkomenar. Namun sejumlah sumber menyebutkan, memo itu menyiratkan keresahan yang dialami para pegawai departemen pimpinan Rex Tillerson, yang baru dilantik kemarin. Memo itu diedarkan setelah 900 pegawai Departemen Luar Negeri AS menanda tangani memo yang menyatakan ketidak puasan mereka terhadap perintah eksekutif Presiden Donald Trump, terutama soal imigrasi.
Menanggapi memo 900 karyawan itu, Sekretaris Pers Gedung Putih Sean Spicer memperingatkan para diplomat dan birokrat agar ‘’Mematuhi program itu atau silakan pergi,’’ bunyi pernyataan Gedung Putih.
Panggil saja ia Kembang. Gadis belia asal Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu menyimpan…
Lebih dari 1.000 pernikahan diduga direkayasa dalam jaringan penipuan imigrasi lintas negara. Dari pesta pernikahan,…
Kegiatan Kereta kencana yang membawa turis berkeliling di Time Square Garden, New York akan berhenti…
Program undian Kartu Hijau atau Green Card dibuka kembali oleh Pemerintah AS. Mulai 29 Oktober 2026,…
Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…
Sekitar 500 ribu warga India berprofesi sebagai ahli komputer sedang resah. Semua ini gara-gara pernyataan…