Categories: Politics

Jerman deportasi bocah pengungsi tanpa orang tua.

Pemerintah Jerman mendeportasi 620 bocah pengungsi berusia belasan tahun, yang tidak ditemani orang tua mereka. Deutsche Welle mengabarkan Rabu (8/2/2017) menurut laporan media lokal dari ratusan bocah pengungsi yang dideportasi tahun lalu, 275 dari Afghanistan, 58 dari Suriah, 39 dari Eritrea dan 36 dari Irak. Harian ‘Rheinische Post’ yang mengutip seorang pejabat Jerman melaporkan bahwa mereka ditolak permohonan asilumnya karena tidak memenuhi kriteria sebagai pemohon asilum.

Pemerintah Jerman menetapkan peraturan ketat yang menyatakan setiap imigran asing di bawah usia 18 tahun harus menjalani proses panjang dan ketat. Awalnya mereka ditampung di sejumlah pusat-pusat perlindungan anak, kemudian ditentukan usianya menggunakan analisis tulang. Seluruh negara bagian Jerman memiliki kuota berapa banyak bocah pengungsi yang akan ditampung, tergantung kemampuan finansial masing-masing. Para bocah imigran akan dikirim ke negara-negara bagian yang belum memenuhi kuota. Seperti Bremen, menampung tiga kali lipat bocah imigran. Sedangkan Mecklenburg Barat Pommerasia telah memenuhi 76% kuota yang ditentukan.

Kanselir Jerman Angela Merkel melakukan pengetatan asilum warga asing, setelah terjadi aksi teror di Berlin, Desember 2016. Menteri dalam negeri Jerman, Thomas de Maiziere juga telah menyusun rancangan imigrasi untuk membenahi kebijaksanaan asilum dan keamanan yang dinilai tak sesuai dengan kondisi dewasa ini.

.

Recent Posts

Dari Saksi ke Tahanan: Kisah Lansia Indonesia di Philly

Di balik peristiwa penangkapan oleh agen U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) di luar Philadelphia…

3 days ago

The Sandwich Generation in Exile: Antara Karier di Amerika dan Bakti di Indonesia

Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…

3 weeks ago

Power Up Philly: Philadelphia Perluas Akses Digital untuk Warga

Pada Sabtu, 28 Maret, City of Philadelphia menggelar Power Up Philly: Community Tech Expo, salah…

4 weeks ago

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

2 months ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

2 months ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

2 months ago