Biaya pengamanan yang dikeluarkan AS bagi Presiden Donald Trump dan keluarganya, ratusan juta lebih besar dibandingkan biaya pengamanan Presiden Barrack Obama.
The Washington Post mengabarkan Jumat (17/2/2017) berdasarkan perhitungan kasar Judicial Watch, sebuah grup konservatif AS, biaya pengamanan Obama mencapai $ 97 juta, selama memerintah 8 tahun. Sedangkan untuk Donald Trump akan melambung tinggi. Hal itu berdasarkan biaya perjalanan Trump selama sebulan menjadi orang nomor satu AS.
Rinciannya: Perjalanan ke tempat peristirahatannya di Mar-a-Lago, Florida, sejak Trump dilantik, telah mencapai $ 10 juta. Perhitungan itu termasuk biaya patroli satuan pengaman pantai. Namun pengeluaran itu belum termasuk biaya yang dikeluarkan Palm Beach County — berkisar puluhan ribu dolar per hari — yang dikirimkan ke Gedung Putih agar diganti.
Sementara itu, Kepolisian NYPD memperkirakan mengeluarkan biaya pengamanan sebesar $ 500 ribu per hari atau sebesar $ 183 juta per tahun. Biaya itu dikeluarkan untuk ongkos pengamanan Trump Tower, tempat tinggal ibu negara Meliana Trump bersama putranya, Barron Trump.
Pengawal kepresidenan dan karyawan Kedubes AS mengeluarkan dana sampai $ 100 ribu untuk keperluan hotel dan akomodasi lain, saat Trump melakukan kunjungan ke Uruguay, mempromosikan bangunan barunya. Dan, bila Pentagon akan menyewa ruang kantor di Trump Tower — yang diperlukan bila Donald Trump ke New York — maka biaya pengamanan bakal mencapai $ 1,5 juta per tahun.
Belum lagi biaya para agen rahasia mendirikan tenda penjagaan, kamar mandi, dan menara pengintai serta mobil golf yang berkisar $ 12 ribu, saat Trump menyaksikan Kejuaraan Sepakbola AS, di Mar-a-Lago, dua pekan lalu.
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…