Salah amplop pemicu kekeliruan Film Terbaik Academy Award 2017

Academy Awards atau Oscar 2017 ditutup dengan tragedi salah sebut pemenang kategori tertinggi, Best Picture. Pembaca nomine, Warren Beatty menjelaskan bahwa salah amplop menjadi pemicu kehebohan tersebut. “Saya ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi,” kata Beatty saat maju ke mikrofon sembari membawa patung Oscar dan amplop merah.

“Saya buka amplop [untuk kategori Best Picture], dan tertulis ‘Emma Stone – La La Land‘. Sehingga, saya lama bertatapan dengan Fey [Dunaway] dan kalian,” Beatty kembali menjelaskan. “Saya tidak berusaha melucu [tentang ini].” Sebelum pembacaan pemenang kategori Best Picture, Emma Stone memenangkan penghargaan Best Actrees atas perannya di La La Land. “Kini, Anda benar-benar lucu,” timpal pembawa acara Oscar, Jimmy Kimmel.

 

Penjelasan aktor 79 tahun tersebut disambut tepuk tangan meriah oleh hadirin di Dolby Theatre, Los Angeles. Untuk kesekian kalinya, sebelum acara ditutup, Beatty berusaha meyakinkan hadirin kemenangan Moonlight. “Ini beneran, MoonlightBest Picture,” kata Beatty.

 

Sebelumnya, Kimmel sempat berusaha mencairkan suasana usai produser La La Land, Jordan Horowitz, terlihat tegang ketika mengucapkan kemenangan kepada Moonlight. “Ini situasi yang penting, saya akan menyalahkan Steve Harvey atas kejadian ini,” kata Kimmel menyinggung insiden serupa saat mengucapkan kemenangan Miss Universe 2015 lalu. “Tapi saya ingin melihat kalian memenangi Oscar,” bujuk Kimmel ke Horowitz.

 

“Saya akan tetap merasa terhormat memberikan Oscar ini kepada sahabat saya dari Moonlight,” kata Horowitz yang disambut tepuk tangan hadirin. Namun ada pandangan lain terkait insiden salah amplop tersebut. Josh Dickey, editor hiburan Mashable yang hadir di malam penganugerahan tersebut mengatakan dalam twitter bahwa amplop bertuliskan Best Actress dipegang oleh sang pemenang, Emma Stone. (CNN Indonesia)

.

Recent Posts

Dari Saksi ke Tahanan: Kisah Lansia Indonesia di Philly

Di balik peristiwa penangkapan oleh agen U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) di luar Philadelphia…

2 days ago

The Sandwich Generation in Exile: Antara Karier di Amerika dan Bakti di Indonesia

Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…

3 weeks ago

Power Up Philly: Philadelphia Perluas Akses Digital untuk Warga

Pada Sabtu, 28 Maret, City of Philadelphia menggelar Power Up Philly: Community Tech Expo, salah…

3 weeks ago

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

2 months ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

2 months ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

2 months ago