Sutradara kondang Steven Spielberg bersedia menggarap film ‘The Pentagon Papers’ yang membongkar kebohongan AS tentang keterlibatannya dalam Perang Vietnam.
Seperti dikutip Business Insider Senin (6/3/2017), harian Deadline Hollywood cerita tersebut berdasarkan laporan harian The Washington Post tahun 1971. Kisah nyata yang dipaparkan dalam ‘The Pentagon Paper’ berawal ketika Menteri Pertahanan kala itu, Robert McNamara membentuk satuan khusus yang melakukan studi keterlibatan AS dalam Perang Vietnam dari 1945 hingga 1967.
Di saat perang mencapai puncaknya, Daniel Ellsberg, seorang analis studi itu, menggandakan foto kopi sejumlah dokumen dan membocorkannya ke media massa. Dokumen itu mengungkapkan kebohongan sistematis yang Presiden Lyndon Johnson, kepada rakyat AS. Juga AS ternyata melebarkan ekspansi perangnya di luar Vietnam, dan beberapa negara tetangga seperti Laos dan Kamboja.
Mulai 13 Juni 1971, harian The New York Times dan The Washington Post menerbitkan berita bersambung berdasarkan bocoran The Pentagon Papers. Departemen Kehakiman AS kemudian membekukan lanjutan cerita tersebut karena dinilai membahayakan keamanan nasional. Namun, kedua harian kondang itu menuntut balik lewat pengadilan banding dan Mahkamah Agung meluluskan tuntutan itu dan cerita itu terbit kembali hingga tuntas. Laporan lengkap yang disimpan di Arsip Nasional, baru diterbitkan belakangan ini.
Bintang tenar Tom Hanks berperan sebagai Ben Bradlee, redaktur pelaksana Washington Post bersama Meryl Streep yang memerankan Kay Graham, penerbit harian itu. Detil seluruh ceritanya masih dalam taraf negosiasi dan belum ditentukan kapan film bernuansa politik AS itu dapat dinikmati penonton dunia.
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…