Pemerintahan Hong Kong mengerahkan tak kurang dari 30 ribu pasukan untuk menggelar latihan militer anti teroris bulan Mei nanti menjelang kunjungan Presiden Xi Jinping ke bekas koloni Inggris itu, 1 Juli mendatang.
The Guardian mengabarkan Selasa (7/3/2017), mulai sekarang jajaran kepolisian Hong Kong menggelar Operasi Halilintar untuk mengamankan sejumlah penjahat kriminal. Tim keamanan itu juga melakukan operasi pengamanan lintas wilayah Hong Kong, Macau dan Provindi Guangdong di China. Petugas anti-huru hara juga dikabarkan melakukan latihan membubarkan aksi demonstrasi, termasuk melakukan uji coba semprotan gas air mata dan menembak peluru karet.
Beijing belum memastikan kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Hong Kong. Namun delegasi Hong Kong yang hadir dalam Kongres Partai Rakyat China menyatakan diri siap menyambut kedatangan pemimpin China itu ke Hong Kong. ‘’Kami sangat antusias menyambut kedatangan beliau,’’ tutur Michael Tin, Wakil Ketua Partai Rakyat Baru, pendukung Beijing. Nada yang sama juga disuarakan Cheung Min-man, penyanyi Hong Kong yang ikut delegasi kongres. ‘’Kita harus menunjukkan rasa syukur dan terima kasih kepada Partai Komunis China,’’ ujar Cheung Min-Man.
Sementara itu, Gerakan Pro-demokrasi Hong Kong, akan mengerahkan aksi protes jutaan manusia untuk menentang kedatangan Xi Jinping. ‘’Protes tak terhindarkan lagi, bila ia datang,’’ kata Claudia Mo, salah seorang anggota parlemen Hong Kong. ‘’Kami yakin, polisi Hong Kong melindungi pemimpin kami,’’ sambungnya.
Kunjungan Presiden Xi Jinping untuk merayakan 20 tahun kembalinya Hong Kong ke pangkuan Beijing dari pemerintahan koloni Inggris. Dalam kunjungannya itu, Xi Jinping dikabarkan akan meninjau fasilitas militer Tentara Pembebasan Rakyat yang ditempatkan di Hong Kong.
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…
oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…
Bagi ratusan ribu imigran muda yang dikenal sebagai Dreamers, Amerika selama bertahun-tahun terasa seperti rumah,…