Categories: PoliticsTechnology

Wikileaks: CIA gunakan TV Samsung jadi alat penyadap

Wikileaks membongkar ribuan dokumen milik Badan Intelijen Pusat AS, CIA yang berisi program-program dan program komputer untuk melakukan kegiatan mata-mata dan penyadapan.

NPR News mengabarkan, ribuan dokumen itu diluncurkan di situs Wikileaks Selasa (7/3/2017). Di antara dokumen yang dibocorkan itu termasuk panduan dan instruksi penyadapan, catatan dan percakapan, serta upaya untuk mengeksploitasi telepon  pintar, dan menyadap rekaman lewat pesawat televisi. Sejumlah peralatan itu digunakan CIA untuk menyadap orang-orang yang dijadikan target. Sekaligus merupakan mandat bagi CIA untuk menghimpun data dari intelijen asing.

 

Michael Hayden, bekas direktur CIA menjelaskan bila dokumen yang dibocorkan Wikileaks itu akurat dan benar, ‘’Maka upaya Wikileaks ini sangat menghancurkan reputasi komunitas intelijen AS,’’ katanya. Sementara itu, jurubicara CIA tak bersedia berkomentar tentang kasus ini. ‘’Kami tidak bisa memberi komentar apakah dokumen itu otentik atau mengandung bahan-bahan intelijen,’’ katanya.

Wikileaks menjelaskan, ribuan dokumen itu berasal dari sistem komputer yang digunakan tim kolaborasi CIA. Di antaranya berisi instruksi menggunakan program dan panduan untuk meminimalisasi keterlibatan CIA agar tidak terdeteksi. Juga ada sejumlah metode CIA untuk menyadap telepon pintar dan mengubah peranan televisi menjadi alat penyadap. Salah satu program yang digunakan TV Samsung, ternyata dipakai CIA untuk menyadap pembicaraan, dengan cara alih fungsi menjadi microphone saat pesawat televisi terlihat dimatikan.

Dalam bocorannya itu, Wikileaks juga membongkar teknik yang digunakan CIA untuk menyadap telepon pintar milik seseorang yang dijadikan target. ‘’Dengan taktik itu CIA dapat membaca komunikasi yang telah diacak,’’ tulis Wikileaks.

.

Recent Posts

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

5 days ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

2 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

2 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

3 weeks ago

Dari Nol di Negeri Orang: Pelajaran Hidup dari Berbagai Pekerjaan di Amerika

Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…

4 weeks ago