Bank Sentral AS naikkan suku bunga lagi

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street naik usai the Federal Reserve atau bank sentral AS menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya dalam 3 bulan. The Federal Reserve menaikkan suku bunga 25 basis poin (bps) atau 0,25 persen menjadi 0,75 persen-1 persen. Pihaknya juga belum berencana untuk mempercepat laju pengetatan moneter. Hal ini telah menjadi perhatian pelaku pasar.

“Pelaku pasar berpikir the Federal Reserve mungkin lebih agresif. Namun faktanya mereka tidak, dan tentu akan berlanjut,” ujar Eric Schoenstein, Manajer Portofolio Jensen Quality Growth Fund, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (16/3/2017).

Sentimen kenaikan suku bunga the Federal Reserve telah mengangkat wall street. Pada penutupan perdagangan saham Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones naik 112,73 poin atau 0,54 persen menjadi 20.950,1. Indeks saham S&P 500 menguat 19,81 poin atau 0,84 persen menjadi 2.385,26. Sedangkan indeks saham Nasdaq bertambah 43,23 poin atau 0,74 persen menjadi 5.900,05.

Indeks saham S&P 500 sektor keuangan mencatatkan performa buruk. Saham energi telah mendorong kenaikan indeks saham S&P usai kenaikan harga minyak. Sedangkan indeks saham Russell 2000 yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil naik 1,5 persen.

Ada pun penjualan ritel AS mencatatkan kenaikan tipis dalam enam bulan pada Februari ini. Hal ini mendorong produk domestik bruto (PDB) tumbuh 0,8 persen sesuai target. Saham-saham yang pengaruhi wall street antara lain saham Exxon naik 1,2 persen. Saham Chevron mendaki 1,4 persen. Selain itu, saham Apple melonjak 1,1 persen ke level US$ 140,46. Saham Twitter merosot 1,9 persen menjadi US$ 15,03. Ada pun volume perdagangan saham sekitar 6,98 miliar saham. (liputan6.com)

.

Recent Posts

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

1 week ago

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

2 weeks ago

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

2 weeks ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

3 weeks ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

3 weeks ago

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

4 weeks ago