Protes anti korupsi merebak di seluruh Rusia

Ribuan remaja Rusia menggelar aksi turun ke jalan memprotes Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev yang dituduh menumpuk kekayaan dari hasil korupsi.

NPR News mengabarkan Selasa (28/3/2017), aksi protes yang dilakukan sejak dua hari itu, diikuti remaja belasan tahun dan bocah-bocah sekolah. Mereka meneriakkan yel-yel anti Medvedev, sambil membawa boneka bebek warna kuning. Boneka itu diambil dari isi tuduhan Alexei Navalny, tokoh oposisi Rusia yang menyebutkan PM Medvedev memelihara bebek di dalam salah satu rumah dari sejumlah properti miliknya.

Kirill Martynov, salah satu wartawan Rusia menyebutkan para demonstran remaja itu bukan siapa-siapa atau didukung sebuah golongan. Mereka tertarik atas ajakan lewat media sosial dan Youtube yang dipasang Alexei Navalny. ‘’Para remaja itu tidak merasa rugi apapun,’’ kata Kirill Martynov. ‘’Pengalaman para remaja kelas 11 itu, tidak berhenti mengkritik Presiden Vladimir Putin atau PM Medvedev, tetapi juga propaganda melawan kaum dewasa yang suka bohong, dan kritik pada perseteruan dunia,’’ katanya melanjutkan.

Gleb Takmakov, pelajar kelas 5 SD dari Tomsk, Siberia tampaknya mewakili para bocah itu. Kepada para demonstran, Gleb Takmakov berpidato ‘’Aksi ini bukan hanya untuk Presiden Putin atau untuk kepentingan Navalny,’’ katanya. ‘’Tetapi demi perubahan seluruh sistem di Rusia dan dunia,’’ sambung Gleb Takmakov yang mengenakan topi wool dan kaus Converse.

Dmitry Peskov, jurubicara pusat pemerintahan Kremlin menilai aksi demo para bocah itu dengan skeptis. ‘’Mereka yang berdemo itu akan dibayar bila mereka ditahan,’’ katanya. Sementara itu, Alexei Navalny yang ikut ditangkap bersama ratusan para demonstran, meminta agar demo seperti itu tetap diteruskan. Dan, PM Medvedev yang jadi sasaran, seakan cuek saja. PM Rusia itu memasang fotonya tengah main ski di akun Instagram. Para wartawan bertanya-tanya, kenapa Medvedev tak hadir di sebuah upacara seremonial menghormati Malam Garda Nasional Rusia, di Kremlin. Malah mewakilkan Svetlana istrinya untuk hadir. ‘’Pengin ngeledek aja, biar demonstran sakit hati,’’ ujar salah seorang wartawan.

.

Recent Posts

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

3 days ago

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

5 days ago

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

2 weeks ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

2 weeks ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

2 weeks ago

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

3 weeks ago