Ribut-ribut Komik X-Men: Gold Bermuatan Politik Indonesia

Perusahaan komik AS, Marvel Entertaiment akan menjatuhkan sanksi terhadap Ardian Syaf, komikus Indonesia penggambar serial komik X-Men: Gold, karena menyelipkan pesan politis dalam gambarnya.  Marshabel.com melaporkan Selasa (11/4/2017), Ardian Syaf yang sebelumnya menyelesaikan komik ‘’Batgirl’’ dan ‘’Superman/Batman’’ untuk DC Comic itu menyelipkan pesan politik di dalam gambar komik X-Men: Gold yang beredar pekan lalu.

 

‘’Media komik ternyata digunakan untuk identitas politik artis penggambarnya,’’ tulis Bernadette Maria, warga Indonesia di akun Twitter. Hal senada juga ditulis Sonny Mumbunan yang menuliskan: ‘’Sungguh disayangkan, komik Marcel jadi alat tak bertanggung jawab untuk kasus-kasus rasialis yang tengah berkembang di Indonesia,’’ tulisnya.

 

Dalam salah satu adegan komiknya, Ardian Syaf menambahkan nomor ‘212’ di latar belakang sebuah tembok. Sedangkan di panel lain, Ardian memasang huruf ‘QS 5:51’ di kaos depan tokoh Colossus. Bagi warga Indonesia, nomor 212 digunakan kelompok anti-Ahok melakukan protes di Jakarta, pada 2 Desember 2016 lalu. Sedangkan huruf ‘QS 5:51’ adalah ayat Kitab Suci Al Quran yang digunakan kelompok anti-Ahok yang intinya menyebutkan warga non-Muslim tidak layak jadi pemimpin.

Menghadapi itu, Ardian Syaf menyatakan maafnya di akun Facebooknya. ‘’Saya minta maaf dengan tulus. Yang jelas, saya tidak anti kristiani atau yahudi. Bagi siapapun yang merasa tersinggung dan mengkritik saya, saya tidak akan sakit hati. Saya serahkan kepada Allah SWT, dan pasrah menjalani takdir-Nya.’’ Pernyataan maaf itu kemudian dihapus oleh Ardian Syaf dan tak terlihat lagi di akun Facebooknya.

Dalam penjelasannya kepada Mashable, pihak Marvel mengakui bahwa karya seni itu diselipkan, ‘’Tanpa kami ketahui apa maknanya,’’ bunyi pernyataan resminya. Perusahaan penerbit komik itu bersedia menghapus gambar dari komik versi cetak, digital dan versi lainnya. ‘’Tindakan disipliner akan segera kami ambil,’’ bunyi pernyataan Marvel.

.

Recent Posts

Dari Nol di Negeri Orang: Pelajaran Hidup dari Berbagai Pekerjaan di Amerika

Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…

48 minutes ago

Diaspora Indonesia Tewas Ditabrak Pengemudi yang Menerobos Lampu Merah

Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…

3 days ago

Pesta Babi, Pembelajaran Demokrasi Kita

oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…

2 weeks ago

Generasi DACA dan Siklus Ketidakpastian Setiap Dua Tahun

Bagi ratusan ribu imigran muda yang dikenal sebagai Dreamers, Amerika selama bertahun-tahun terasa seperti rumah,…

2 weeks ago

News Reimagined: The Creator Journalism Summit

Washington D.C. - On Monday, May 4th at the National Press Club, journalists, reporters, and…

3 weeks ago