Tokoh oposisi Zambia, Hakainde Hichilema dituduh melakukan makar karena tidak bersedia minggir ke tepi jalan, saat iring-iringan pengawal Presiden Edgar Lungu melewati sebuah jalan raya.
The Telegraph mengabarkan Kamis (13/4/2017), tuduhan itu menyebutkan, Hakainde yang dikawal sejumlah kendaraan, tak mau memberi jalan pada rombongan presiden, saat mereka menghadiri sebuah upacara tradisional di Lusaka. ‘’Tokoh oposisi itu tidak mematuhi perintah polisi untuk memberi jalan kepada rombongan presiden di Jalan Raya Limulunga, sehingga membahayakan hidup Presiden Edgar Lungu,’’ ujar Inspektur Jenderal Polisi Kakoma Kangaja.
Satuan polisi kemudian mengepung kediaman Hakainde di luar Kota Lusaka, Kamis pagi dan menembakkan gas air mata ke sekelompok orang yang berkumpul di jalan, sebelum Hakainde dibawa ke kantor polisi. ‘’Beberapa saat sebelum diborgol, kami menyerahkan diri demi masa depan negara. Kami menyerahkan diri demi negara yang sudah amburadul ini,’’ tutur Hakainde.
Hakainde Hichilema, pemimpin Partai Kesatuan untuk Pembangunan Nasional, tidak mengakui kemenangan lawan politiknya Edgar Lungu, dalam pemilu yang berlangsung Agustus tahun lalu. Hakainde menuntut proses pemilu diulang, karena diduga keras terjadi pemalsuan suara yang menguntungkan Partai Front Patriotik, pendukung Edgar Lungu. Bila terbukti bersalah berbuat makar, Hakainde Hichilema dapat dikenai hukuman minimal 15 tahun penjara atau hukuman mati.
Ingin merasakan sensasi terbang di atas punggung naga seperti dalam film How to Train Your…
Panggil saja ia Kembang. Gadis belia asal Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu menyimpan…
Lebih dari 1.000 pernikahan diduga direkayasa dalam jaringan penipuan imigrasi lintas negara. Dari pesta pernikahan,…
Kegiatan Kereta kencana yang membawa turis berkeliling di Time Square Garden, New York akan berhenti…
Program undian Kartu Hijau atau Green Card dibuka kembali oleh Pemerintah AS. Mulai 29 Oktober 2026,…
Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…