Anggota parlemen Texas Victoria Neave, melakukan mogok makan untuk menentang aturan baru yang melarang pemerintah dan perguruan tinggi di Texas, agar tidak melindungi imigran tak berdokumen.
NBC News mengabarkan Selasa (25/4/2017), setelah menghadiri misa hari Minggu dan menerima hosti, Victoria mulai melakukan puasanya. Setiap pagi, Victoria hanya minum air dan jus buah, dan akan melakukan mogok makan hingga Rabu besok. ‘’Ini masalah pribadi dan bentuk protes serta pengorbanan,’’ tutur pemeluk Katolik taat itu.
Aksi mogok itu dilakukan menentang peraturan SB4. Yaitu, aturan baru yang intinya mencabut dana federal bagi para walikota yang melindungi imigran non-dokumen. Gubernur Texas Greg Abbott, dikabarkan membekukan dana $ 2 juta bagi Kecamatan Travis, karena Sheriff Shally Hernandes, hanya mau bekerjasama dengan petugas imigrasi menangkap imigran yang terlibat kejahatan dan kriminal.
Langkah Gubernur Abbott itu, ditentang keras oleh Victoria. Wakil Demokrat yang membawahi Dallas, Mesquite dan Garland itu merasa, SB4 memperlakukan imigran secara tak adil. ‘’Para imigran kini takut melapor bila ada aksi kriminal, karena bakal ditangkap polisi,’’ kata Victoria. Bahkan, katanya, ‘’Beberapa guru mengadu ke kantornya karena banyak muridnya yang tak masuk sekolah karena takut orang tuanya diciduk dan dideportasi,’’ sambung Victoria.
Keputusannya melakukan mogok makan, diilhami Cesar Chavez. Pemimpin buruh berdarah Mexico itu dikenal namanya setelah melakukan mogok makan menentang kekerasan terhadap kaum pekerja imigran. Menurut Victoria, aksi mogok makan itu dilakukan untuk mengenang perjuangan ayahnya yang secara gelap datang dari Mexico 40 tahun lalu. Ayahnya yang kini menjadi warga AS itu, pernah membuka bengkel elektronik untuk membiayai kuliah Victoria hingga menjadi pengacara.
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…