Egyptian border guards (R) observe from a watch tower as their Israeli counterparts supervise the construction of a border fence along Israel's border with Egypt near the Red Sea resort town of Eilat on February 15, 2012. Far from the uproar of Cairo's Tahrir Square, Israel has been doubling its efforts to erect a giant, impenetrable security barrier along its 240-kilometre (150-mile) border with the Egyptian Sinai. AFP PHOTO/AHMAD GHARABLI (Photo credit should read AHMAD GHARABLI/AFP/GettyImages)
Presiden Donald Trump tidak lagi bersikeras membangun tembok di perbatasan Mexico-AS dalam rapat anggaran belanja yang dibahas Parlemen, hingga 28 April mendatang.
The Atlantic mengabarkan Selasa (25/4/2017), hal itu dijelaskan Presiden Trump kepada sejumlah wartawan. ‘’ Saya tidak menerima dana pembangunan tembok pembatas hingga September nanti,’’ katanya. Langkah itu dilakukan Trump, karena dikhawatirkan sejumlah anggota parlemen bakal menolak usulan anggaran pembangunan tembok sebesar $ 1,4 miliar.
Apalagi, berdasarkan pengalaman sebelumnya, ancaman Trump untuk menggantikan tunjangan kesehatan Obamacare dengan tunjangan kesehatan usulan Paul Ryan, kandas di tengah jalan.
Menanggapi hal itu, kubu Demokrat menerima kesediaan Trump untuk menunda pembangunan tembok itu. ‘’Komentar presiden malam ini, dapat diterima sebagai kabar baik. Dan masing-masing kubu bisa melakukan negosiasi untuk menyelesaikan masalah lainnya,’’ ujar Nancy Pelosi, Ketua kelompok minoritas Kongres.
Meski begitu, jurubicara Gedung Putih Sean Spicer menjelaskan, Presiden Trump menuntut Kongres untuk tetap memasukkan anggaran pembangunan tembok pembatas sebagai langkah prioritas. ‘’Presiden telah menyampaikan secara gamblang, beliau memiliki dua prioritas utama. Pertama, meningkatkan anggaran militer dan kedua, meningkatkan biaya keamanan dalam negeri dan tembok pembatas,’’ kata Sean Spicer.
Sebelumnya, Presiden Trump bersikeras agar pembangunan tembok itu dibayar Pemerintah Mexico, bila Kongres setuju mendanai pembangunan itu lebih dulu. Namun Pemerintah Presiden Enrique Pena Nieto menolak hal itu dan berkeras tidak akan membayar pembangunan tembok yang diperkirakan menelan biaya hingga $ 21,6 miliar.
Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…
Sekitar 500 ribu warga India berprofesi sebagai ahli komputer sedang resah. Semua ini gara-gara pernyataan…
Apakah pembaca masih ingat kasus skema Ponzi Francius Marganda yang melibatkan kakak beradik Theresia Jaya…
Monica Ryadi telah tinggal di Amerika Serikat sejak berusia 9 tahun dan mendapat perlindungan Withholding…
Ketika Diaspora Memilih Indonesia untuk Menjalani Masa Pensiun Keinginan untuk pulang biasanya datang perlahan. Mula-mula…
Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…