Upaya banding Nazanin Zaghari Ratcliffe, seorang ibu Inggris kelahiran Iran ditolak Mahkamah Tinggi Iran, sehingga harus meringkuk di dalam penjara selama lima tahun.
BuzzFeed mengabarkan Senin (24/4/2017), hal itu diungkapkan Richard Ratcliffe, suaminya kepada ITV News. ‘’Dia kehilangan upaya bandingnya. Situasinya kini berubah jadi politis,’’ kata Richard Ratcliffe seraya menjelaskan, keluarganya telah meminta Pemerintah Inggris agar membantu membebaskan istrinya. ‘’Dia tidak berdosa dan Pemerintah Inggris seharusnya menuntut pembebasan itu di depan umum,’’ sambungnya. ‘’Mimpi buruk saya, Nazanin bakal menderita di dalam penjara,’’ kata Richard Ratcliffe.
Nazanin Zaghari, 37 ditangkap di Bandara Teheran, Iran oleh Garda Revolusi Iran karena dituduh melakukan kegiatan mata-mata bagi Inggris. Nazanin yang kala itu pulang berlibur menemui ibundanya itu, kemudian dimasukkan dan diisolasi di dalam sebuah penjara di Provinsi Kerman, 1000 kilometer Selatan Teheran. Gabriella Ratcliffe, putrinya yang masih balita diasuh neneknya di Iran, setelah paspor Inggrisnya disita pihak keamanan Iran.
Pada bulan September 2016 lalu, Nazanin divonis hukuman lima tahun karena dituduh menggulingkan Pemerintahan Iran. Upaya bandingnya gagal di tingkat pengadilan tinggi, Januari lalu. Namun harapannya pun pupus setelah upaya bandingnya di tingkat Mahkamah Agung ditolak.
Sedikitnya ada empat warga berkebangsaan ganda Iran-AS dan Iran-Inggris yang ditahan pihak berwajib Teheran dengan tuduhan mata-mata, tulis harian The Washington Post.
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…