Paus Fransiskus Tak Mau Gunakan Mobil Anti Peluru

Paus Fransiskus memilih untuk tidak menggunakan mobil anti-peluru saat berkunjung ke Mesir pekan ini.

The Telegraph mengabarkan, dalam kunjungan selama dua hari ke Mesir, Jumat (28/4/2017) nanti, pemerintah Mesir menyiapkan sebuah mobil anti-peluru bagi pemimpin Katolik dunia itu. Namun, Paus Fransiskus tak bersedia menggunakannya. ‘’Bapa Suci akan menggunakan mobil biasa, dan bukan mobil anti peluru,’’ kata Greg Burke, jurubicara Vatikan.

Menurut Paus, ‘’Keamanan menjadi masalah di sembarang tempat, bukan hanya di Mesir,’’ kata Burke menjelaskan. Upaya pengamanan di mana-mana juga sama, dan Pemerintah Mesir berharap semua berjalan lancar,’’ sambungnya.

Dalam kunjungannya ke Mesir selama dua hari, Paus Fransiskus akan menghadiri dialog antar-agama dengan para pemimpin Muslim dan menyatakan rasa solidaritas bagi komunitas Kristen di Timur Tengah. Pemimpin Katolik Dunia itu, juga akan bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, juga Sheikh Ahmed al-Tayeb, Mufti Agung Masjid Al Aqsa. Paus juga akan menggelar misa massal dan bertemu dengan sejumah uskup Mesir serta berdoa bagi para korban aksi teroris bulan lalu. Seperti diketahui, sejumlah militan Muslim menyerang Biara Santa Katherina dan menewaskan belasan korban.

Sepekan lalu, pengebom bunuh diri menyerang dua gereja saat Minggu Palem di Kota Tanta, pinggiran Sungai Nil, juga di Kota Alexandria dan menewaskan 45 korban. Serangan itu diklaim oleh kelompok militan ISIS yang menyerang kaum Kristen di Mesir. Desember tahun lalu, sebuah Katedral Agama Optik dibom dan 25 orang tewas dalam serangan tersebut.

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

5 days ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

1 week ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

3 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

4 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

4 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago