Tiket penumpang kereta api mewah ‘The Train Shiki-Shima’ yang diluncurkan Jepang pekan ini, ludes diborong penumpang walaupun harganya setinggi langit.
NPR news mengabarkan Selasa (2/5/2017), tiket yang dijual dari $ 3 ribu hingga $ 10 ribu per orang itu ludes dibeli peminat hingga Maret 2018 nanti. Kereta yang menghela 10 gerbong itu, hanya berisi 34 penumpang eksklusif, sehingga dapat leluasa menikmati pemandangan dari dinding kaca yang membungkus gerbong utama. Sementara gerbong lain digunakan untuk kamar-kamar pribadi dan ruang makan.
Begitu banyak peminatnya, sehingga mereka harus diundi agar dapat ikut menikmati perjalanan perdana. 76 orang memenangkan undian itu. Rencana perjalanan diatur mulai dari dua hari hingga empat hari perjalanan. Kebanyakan, disusun sesuai dengan acara festival dan keramaian tradisional yang berlangsung di Jepang. Begitu kereta bergerak mengelilingi Jepang, penumpang diberi sajian makanan yang sesuai dengan kawasan yang dilewati. Sejumlah koki masak dari berbagai daerah dipersiapkan membuat menu yang berbeda.
Para penumpang Kereta Shiki-Shima diberangkatkan dari Anjungan 13 1/2 Stasiun Ueno di Tokyo, yang dilengkapi dengan ruang tunggu eksklusif. Kereta yang dioperasikan East Japan Railway Co ini terdiri dari 17 kamar mewah di dalamnya. Beberapa di antara ruang kamar itu tersedia kamar di lantai dua dan kamar mandi terbuat dari bambu. Tersedia pula sebuah bar lengkap dengan piano dan pelayan berdasi dan berseragam rapi.
‘’Kami berharap dapat memberi sumbangan untuk membangun kereta apian Jepang ke sebuah era baru,’’ tutur Atsushi Takashashi, direktur pemasaran Perusahaan Kereta Api Jepang.
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…
oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…