Para Ibu Immigran takut ambil jatah susu WIC

Para ibu imigran yang tak memiliki dokumen resmi, tidak berani mengambil jatah susu dan makanan gratis bagi bayinya yang disediakan Pemerintah AS. The Guardian mengabarkan Selasa (9/5/2017) sejak Presiden Donald Trump menggalakkan pembersihan imigran gelap, jumlah ibu yang menjadi pelanggan Program Nutrisi Suplemen Khusus, menurun drastis.

Diperkirakan sekitar 8 juta ibu yang biasanya berkunjung setiap pekan ke pusat kesehatan AS, kini tinggal beberapa ratus orang. ‘’Malah kurang dari itu,’’ tutur seorang petugas kesehatan Women, Infants and Children, WIC, organisasi yang menangani program bayi sehat di AS. Penurunan itu, tak hanya terjadi di beberapa kota saja, tetapi sudah merambah ke seluruh negeri,’’ kata Elisabet Eppes, pejabat senior publik Asosiasi WIC Nasional. ‘’Kami sangat prihatin dengan kondisi itu,’’ sambung Elisabet. Padahal, menurutnya, setiap anak balita mendapat santunan $ 45 dalam bentuk kupon setiap bulan, agar dapat membeli susu dan makanan suplemen gratis di toko-toko makanan dan warung setempat. Bila hal itu berlangsung, dikhawatirkan banyak bayi yang menderita kekurangan gizi, menderita kegemukan, dan menurunnya daya tubuh bayi.

 

‘’Kami mendengar keluhan dari para ibu yang tak bersedia lagi berkunjung ke pusat-pusat kesehatan, karena takut ditangkap,’’ kata Douglas Greenaway, presiden dan CEO Asosiasi WIC Nasional. ‘’Bahkan banyak di antaranya yang minta agar nama mereka segera dicoret dari daftar kunjungan. Saya bayar ganti rugi deh,’’ kata Douglas menirukan beberapa ibu imigran tanpa dokumen itu. Keprihatinan yang sama juga dilontarkan Dr. Lanre Falusi. Presiden Akademi Pediatri Amerika ini prihatin pada para bayi yang berstatus warga AS, walau orang tuanya imigran ilegal. ‘’Kami sedih, ada bayi yang lahir di sini dan menjadi warga AS tidak menikmati program kesehatan WIC karena orang tuanya ketakutan ditangkap,’’ ujar Lanre Falusi.

.

Recent Posts

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

2 weeks ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

2 weeks ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

2 weeks ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

4 weeks ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

1 month ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

1 month ago