Categories: DiasporaPolitics

Swedia Cabut Tuduhan Perkosaan Julian Assange

Pemerintah Swedia membatalkan penyelidikan kasus perkosaan terhadap Julian Assange, pendiri Wikileaks, Jumat (19/5/2017).

ABC News melaporkan, pembatalan itu disampaikan Direktur Penuntut Umum Swedia, Marianne Ny. ‘’Penyidikan terhadap Julian Assange, tidak dilanjutkan,’’ katanya. Kepala Kejaksaan Swedia Isgren menjelaskan keputusan untuk menghentikan kasus itu karena tidak ada kemungkinan untuk menahan Assange di masa datang. Namun, ‘’Kasus itu bisa dibuka kembali apabila Assange kembali ke Swedia sebelum kasus itu kadaluwarsa pada 2020,’’ tutur Isgren.

 

Beberapa saat usai pembatalan itu, Assange muncul di balkon Kedubes Equador. Dalam kesempatan itu, Assange menjelaskan pembatalan itu merupakan kemenangan penting baginya. ‘’Walaupun Pemerintah Kota London akan menerapkan hukuman lebih ringan,’’ kata pendiri Wikileaks berusia 45 tahun itu. Sebelumnya, Assange mengunggah foto lamanya di akun Twitternya. ‘’Ditahan selama 7 tahun tanpa tuduhan, anak-anak saya meningkat dewasa, sementara nama saya jadi buruk. Saya tidak akan memaafkan atau tidak akan lupa,’’ tulisnya.

Sementara itu, Kepolisian Metro London menyatakan Assange masih jadi buronan karena kesalahan kecil. ‘’Kami masih menerapkan hukuman harus dijalani Assange, setelah ia keluar dari Kedutaan Equador,’’ bunyi pernyataan polisi London. Tak jelas kesalahan yang dimaksud, namun diduga, Assange didakwa membuat gaduh ketentaraman umum, atau sejenisnya.

 

Julian Assange yang lahir dengan nama Julian Paul Hawkins adalan programer komputer asal Australia. Pendiri Wikileaks tahun 2006 itu, mengungkap sejumlah rahasia penting militer AS, hasil sadapan kopral Chealsea Manning. Pada November 2010, Pemerintah Swedia minta Inggris mengekstradisi Assange karena tuduhan perkosaan dan pelecehan seksual. Sejak itu, Julian mengurung diri dalam gedung Kedubes Equador di London.

.

Recent Posts

Home Is Where the Heart Is

Ketika Diaspora Memilih Indonesia untuk Menjalani Masa Pensiun Keinginan untuk pulang biasanya datang perlahan. Mula-mula…

3 days ago

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

2 weeks ago

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

2 weeks ago

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

3 weeks ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

3 weeks ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

4 weeks ago