Sebuah masjid khusus kaum hawa dibuka di Berkeley, California, April silam. Tidak seperti masjid umumnya, Masjid Wanita Qalbu Maryam dipimpin oleh seorang perempuan, dan memberikan keleluasaan bagi jemaah wanita dan pria duduk dan sholat bersama dalam satu baris. Bukan terpisah antara kaum wanita dan pria, seperti masjid lainnya.
‘’Tempat ini menjadi tempat aman bagi kaum hawa, dan mereka tidak harus berada di ruang gelap di belakang,’’ tutur Rabi’a Keeble, pendiri Masjid Qalbu Maryam. ‘’Kami mengangkat kaum hawa, seperti halnya Nabi Muhammad SAW mencintai kaum perempuan. Kami wajib mengikuti langkah-langkahnya dan mencintai sesama,’’ lanjut Rabi’a Keeble, seorang mantan pemeluk Kristen yang menjadi muslimah.
Tidak ada seorang imam yang memimpin sholat di masjid itu. Setiap muslimah yang rajin hadir, akan ditunjuk secara bergiliran menjadi imam. Pengunjungnya pun beragam agama. pemeluk agama Kristen, Muslim, Yahudi dan Budha dipersilakan hadir dan berdoa di Masjid Qalbu Maryam, yang artinya ‘Hati Maria’ itu. Seperti halnya yang terlihat dalam Sholat Jumat yang dipimpin Crystal Keshawarz, seorang muslimah yang mengumandangkan takbir ‘Allahu Akbar’ berkali-kali.
Masjid Qalbu Maryam, bukan masjid pertama yang dipimpin seorang wanita. Pada tahun 2005, tampil Dr. Amina Wadud, sebagai memimpin sholat di New York. Sholat Jumat sempat heboh kala itu, karena banyaknya ancaman kelompok militan, sehingga dipindahkan dari Galeri Sundaram Tagore di Soho, New York, ke Synod House di Gereja Katedral Saint John The Divine, New York. Sejumlah polisi dan agen FBI dikerahkan untuk mengamankan jalannya sholat dan menghalau beberapa warga Muslim yang berteriak-teriak sambil membawa poster menentang berlangsungnya sholat itu.
‘’Kami bangga menjadi sponsor perempuan pertama yang memimpin sholat dengan jemaah campuran lelaki dan perempuan,’’ tulis Muslim Wake Up! yang menjadi sponsor acara itu. Dr. Amina Wadud, adalah Asisten Studi Islam Departemen Filsafat dan Studi Agama, Virginia Commonwealth University itu, juga memimpin sholat Jumat setelah memberikan kotbahnya. ‘’Kaum perempuan bukanlah seperti dasi yang hanya berfungsi sebagai pelengkap kaum pria. Kaum perempuan memiliki posisi sejajar dengan kaum lelaki di segala bidang,’’ kata Amina Wadud yang pernah memimpin sholat di Afrika Selatan tahun 1994.
Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…
Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…
Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…
Kebijakan yang sempat menghentikan penerbitan immigrant visa bagi warga 75 negara akhirnya dibatalkan hakim federal…
Apa yang dirisaukan para peselancar? Jawabnya pasti, ”Tak ada ombak besar!” Semakin ganas ombak, adrenalin…