Hati-hati saat bila berkunjung ke Bali. Apalagi jika memesan sate ayam dipinggir jalan, karena bisa jadi yang digunakan bukannya daging ayam melainkan daging anjing. Setidaknya itulah hasil dari investigasi yang dilaporkan oleh Animals Australia yang menemukan bahwa di beberapa penjual sate tersebut menipu para turis dengan mengatakan bahwa mereka menjual sate ayam padahal menggunakan daging anjing.
Melansir dari New York Post, bahwa para turis memakan sate daging anjing saat penjualnya mengatakan bahwa yang dijualnya adalah sate ayam. Bahkan sate daging anjing yang dijual tersebut diduga dibunuh dengan cara yang keji, yaitu menggunakan racun sianida dan ada juga yang di gantung di pohon hingga mati, menurut laporan ABC Australia.
“Selain dari kekejaman terhadap hewan, hal yang sangat membuat kami sangat kaget adalah para turis tidak mengetahui bahwa mereka secara tidak sadar memakan daging anjing,” ungkap seorang investigator dari kelompok aktivis Animals Australia tersebut, yang diketahui memiliki nama Luke. “Rata-rata turis luar negeri yang datang ke Bali tidak mengerti arti singkatan RW yang dalam bahasa Indonesia sendiri sering diartikan memang daging anjing.
Luke menghabiskan waktu empat bulan menyingkap perdagangan daging anjing ini, mendokumentasikan bagaimana para anjing di bunuh dengan kejam dan pencurian anjing-anjing. Dalam sebuah video juga disebutkan bahwa para penjual sate ini menawarkan sate dengan harga satu dollar dan ketika ditanyakan menggunakan daging ayam bukan anjing, penjual tersebut mengatakan bahwa yang dijualnya bukan anjing. (Tribunnews.com)
Di balik pesan WhatsApp yang terdengar ramah, atau tawaran investasi yang terlihat “terlalu bagus untuk…
Di tengah meningkatnya penegakan hukum imigrasi di Amerika Serikat, muncul ancaman lain yang tak kalah…
Di balik istilah hukum yang terdengar teknis, tersimpan kegelisahan yang sangat nyata bagi ratusan ribu…
Di balik peristiwa penangkapan oleh agen U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) di luar Philadelphia…
Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…