Presiden Duterte: Saya akan makan hati militan ISIS

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam hendak memakan hati anggota kelompok militan ISIS yang tertangkap. Harian South China Morning Post mengabarkan Jumat (7/7/2017), hal itu diungkapkan Duterte setelah kelompok Abu Sayyaf, pendukung ISIS, memenggal kepala dua pelaut Vietnam di Pulau Mindanao, Selatan Filipina Rabu lalu.

‘’Saya akan memakan hati kalian bila itu yang kalian kehendaki,’’ kata Duterte. ‘’Beri saya garam dan cuka, dan saya akan memakannya di depan kalian,’’ ujar pemimpin Filipina itu. Duterte yang berkunjung ke Mindanao itu, berpidato di depan para petugas keamanan setempat. ‘’Saya tidak pilih-pilih kok. Semua saya makan. Bahkan jika tidak tertelan pun saya tetap makan,’’ tuturnya.

Pemerintah Filipina tengah menumpas gerombolan Abu Sayyaf, yang semakin menunjukkan gigi di Filipina. Sejak Mei lalu, kelompok militan itu berhasil mengambil alih Marawi, kota mayoritas Islam di Filipina. Tercatat 400 orang tewas dan 260 ribu penduduk kehilangan tempat tinggal dalam konflik bersenjata antara tentara Filipina dengan kelompok Abu Sayyaf.

Angkatan bersenjata Filipina melakukan serangan udara, bahkan mengebom Kota Marawi dua kali dalam sehari untuk menghancurkan basis militer kelompok Abu Sayyaf. Duterte berjanji tidak akan melakukan negosiasi dengan kelompok militan yang disebutnya sebagai kelompok teroris itu.

Pasukan AS membantu di darat, walaupun tidak secara langsung terlibat pertempuran dengan militan Abu Sayyaf. Sejauh ini belum ada tanda-tanda kelompok militan Islam itu akan meletakkan senjata.

SaveSave

SaveSave

SaveSave

.

Recent Posts

Tergiur Kerja di AS, Sejumlah WNI Diduga Tertipu Rp2,8 Miliar

Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…

4 days ago

Ribuan Tenaga AI India Terancam Diekstradisi?

Sekitar 500 ribu warga India berprofesi sebagai ahli komputer sedang resah. Semua ini gara-gara pernyataan…

1 week ago

Kasus Skema Ponzi Marganda: Theresia Jaya Masuk Tahanan ICE

Apakah pembaca masih ingat kasus skema Ponzi Francius Marganda yang melibatkan kakak beradik Theresia Jaya…

2 weeks ago

Perawat Asal Indonesia Ditangkap ICE Saat Hendak Berlibur ke Disneyland

Monica Ryadi telah tinggal di Amerika Serikat sejak berusia 9 tahun dan mendapat perlindungan Withholding…

2 weeks ago

Home Is Where the Heart Is

Ketika Diaspora Memilih Indonesia untuk Menjalani Masa Pensiun Keinginan untuk pulang biasanya datang perlahan. Mula-mula…

3 weeks ago

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

4 weeks ago