Rasa haru dan gembira menyeruak di halaman Istana Merdeka, pagi ini. Perwira-perwira remaja TNI dan Polri yang baru saja dilantik menyambut hari baru dengan beragam ekspresi. Ada yang bersujud di kaki ibunya yang datang dari kampung, ada yang memeluk erat ayahnya dengan tangis haru.
Bukan orang tua mereka saja yang bangga punya anak seorang perwira, saya pun bahagia bisa melantik 728 perwira remaja TNI dan Polri ini di istana. Di tangan merekalah masa depan TNI dan Polri. Merekalah penentu pelaksana reformasi di tubuh institusi masing-masing.
Tantangan kedaulatan dan ketertiban dalam negeri akan dihadapi para perwira TNI dan Polri ini. Misalnya, pengeroposan nilai Pancasila, tindak kekerasan dan anarkisme, terorisme, meningkatnya peredaran narkoba, penyelundupan serta perdagangan ilegal.
Di tataran lebih luas, TNI dan Polri juga dihadapkan sejumlah tantangan seperti kompetisi global, persoalan perbatasan, konflik antarnegara, intranegara, peperangan asimetris, perebutan cadangan energi, perlombaan senjata oleh negara-negara berkekuatan militer besar, ISIS dan foreign terrorist fighter.
Menghadapi tantangan itu, saya ingatkan TNI dan Polri untuk selalu bersinergi, bergotong royong untuk kepentingan bangsa, negara dan rakyat Indonesia. Hilangkanlah ego sektoral, tingkatkan jiwa korsa, soliditas dan solidaritas TNI dan Polri. (Presiden Joko Widodo)
SaveSave
SaveSave
Ketika banyak kota tuan rumah FIFA World Cup 2026 mulai menaikkan tarif transportasi umum demi…
Bagi banyak keluarga imigran dan pekerja berpenghasilan rendah di Amerika Serikat, kartu SNAP bukan sekadar…
Di balik pesan WhatsApp yang terdengar ramah, atau tawaran investasi yang terlihat “terlalu bagus untuk…
Di tengah meningkatnya penegakan hukum imigrasi di Amerika Serikat, muncul ancaman lain yang tak kalah…