Seorang pria Los Angeles ditangkap karena berusaha menyelundupkan tiga ular Cobra yang sangat berbisa ke Amerika Serikat dengan menyembunyikannya di dalam kaleng makanan ringan. Rodrigo Franco, 34, didakwa menyelundupkan barang dagangan secara ilegal ke negara tersebut, lewat paket dari Hong Kong yang dicegat agen Bea Cukai dan Perbatasan AS.
Kaleng makanan ringan itu, berisi ular sepanjang 2 kaki (0,61 meter) yang tersembunyi di dalam kaleng keripik kentang. “Tiga kura-kura China albino juga ditemukan dalam paket tersebut,” kata jaksa sebagaimana dikutip Reuters, menambahkan bahwa Franco pada hari yang sama mengirimkan sebuah kotak ke Hong Kong dengan enam kura-kura yang dilindungi di dalamnya.
Dalam wawancara dengan pihak berwenang, Franco mengakui telah menerima total 20 raja kobra dalam dua kiriman sebelumnya namun semua ular tersebut mati saat transit. Franco menghadapi ancaman hukuman penjara maksimum 20 tahun jika terbukti bersalah, walaupun pedoman hukuman federal biasanya memerlukan waktu lebih sedikit di balik jeruji besi.
Menurut situs National Geographic, raja kobra/king cobra, juga dikenal sebagai Ophiophagus hannah, adalah ular berbisa terpanjang. Panjangnya bisa mencapai 18 kaki (5,5 meter). Ketika waspada, raja kobra dapat menegakkan hingga sepertiga dari tubuh mereka dari tanah, mengembangkan tudung mereka dan mengeluarkan desisan “mengerikan” sebelum menyerang. (Arramah.com)
SaveSave
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…
oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…