Categories: EntertainmentPolitics

Hillary Clinton Terbitkan Buku Baru September

Mantan kandidat presiden AS, Hillary Clinton akan menerbitkan buku memoirnya berisi unek-uneknya tentang keterlibatan Rusia dan James Comey, bekas Direktur FBI, sehingga kalah dalam Pilpres 2016. The Hill mengabarkan Rabu (26/7/2017), dalam beberapa kesempatan, Hillary menjelaskan kepada teman-teman dekatnya bahwa bekas ibu negara AS itu, ingin agar semua dijelaskan di depan umum.

 

‘’Karena itu, ia ingin bukunya itu terbit September nanti,’’ kata salah seorang temannya. ‘’Hillary tahu kenapa dia kalah, dan ingin menjelaskan semuanya,’’ lanjutnya. ‘’Pokoknya bakal mengejutkan deh!’’ sambung teman dekatnya yang tak bersedia disebut namanya itu.

Namun, banyak pentolan Demokrat mengecam Hillary yang dinilai tidak becus. Pemimpin minoritas Senat AS, Charles Schumer dan pentolan Partai Demokrat lain, menilai kekalahan itu karena kesalahan Hillary sendiri. ‘’Jika anda kalah atas lawan anda yang popularitasnya 40%, maka anda harusnya menyalahkan diri sendiri. Bukan orang lain,’’ kata Schumer kepada harian The Washington Post. Awal pekan ini, Schumer juga mengimbau Partai Demokrat untuk membangun citra mereka sendiri. Sebuah kritik pedas bagi Hillary Clinton yang gagal membawa bendera Demokrat memenangkan Pilpres 2016 lalu.

Bekas Wapres Joe Biden juga mengkritik pesan Hillary yang disampaikan selama kampanye Pilpres 2016. ‘’Seingat saya, tak satu kata pun dalam kampanye terakhirnya yang menyebut wong cilik,’’ kata Joe Biden saat meresmikan Penn Biden Center for Diplomacy and Global Engagement. ‘’Tak satu kata pun yang menyinggung seseorang yang cuma bergaji $ 2000 sebulan dan istrinya cuma bergaji separuhnya sebagai pelayan rumah makan,’’ kata Joe Biden. ‘’Dia bukan kandidat yang jempolan,’’ sambungnya.

Selain mengupas keterlibatan Rusia dan James Comey, buku itu juga mengupas faktor lain sehingga Hillary kalah. Cary Goldstein yang mengetuai penerbitan buku itu di penerbit Simon & Schuster, menolak berkomentar. Dalam menyusun bukunya itu, Hillary Clinton menggandeng Dan Schwerin yang ikut membantunya menyusun buku terdahulu ‘’Hard Choices’’.

Schwerin yang menulis pidato Clinton, dan tinggal di California, harus terbang ke kediaman Hillary di New York untuk mendampingi Hillary dalam beberapa pekan. ‘’Saya bertanggung jawab atas keputusan yang saya ambil. Bukan karena keputusan itu, saya jadi kalah,’’ kata Hillary Clinton dalam Konperensi Recode Tech, Mei silam.

SaveSave

.

Recent Posts

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

1 day ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

1 week ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

2 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

2 weeks ago

Dari Nol di Negeri Orang: Pelajaran Hidup dari Berbagai Pekerjaan di Amerika

Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…

3 weeks ago