‘Sayap Laut’ China lebih canggih dari Drone AS

Untuk menjaga kawasan teritorial laut di Asia Pasifik, Pemerintah Beijing mengerahkan 12 kapal drone tanpa awak, ke dalam Laut China Selatan, guna mengumpulkan data.

Seperti dikutip Newsweek, hal itu diungkap kantor berita China Xin Hua Rabu (26/7/2017). Kapal drone berteknologi tinggi bernama Haiyi itu berupa robot dalam laut yang efisien, lebih tahan lama dan menggunakan sedikit energi dari sebelumnya. Haiyi yang artinya ‘’Sayap Laut’’ itu mampu mengirim data dari dalam laut yang tidak dapat dilakukan oleh robot AS. Meski tidak dilengkapi senjata, namun ‘Sayap Laut’ itu mampu mendeteksi kapal selam AS yang berlayar di perairan China.

‘’Data itu langsung dikirim ke laboratorium di darat pada saat itu juga,’’ tutur Yu Jiancheng, ilmuwan kepala ekspedisi China kepada Kantor Berita Xinhua. ‘’Benar-benar merupakan terobosan baru,’’ ujar Yin Jingwei, rektor ilmu akustik bawah laut di Universitas Keilmuwan Harbin yang dikutip South China Morning Post.

Drone ‘Sayap Laut’ dikembangkan oleh Akademi Ilmu China dan diuji coba bulan Maret lalu. Haiyi memiliki kemampuan menyelam di kedalaman 60 ribu meter di bawah laut, melebihi kemampuan kapal selam AS yang hanya sekitar 54 ribu meter. Haiyi menggunakan baterai dan lapisan khusus untuk melindungi badannya dari tekanan 60 ton di bawah laut. Di samping itu, ‘Sayap Laut’ mampu beroperasi sejauh lebih dari 1000 kilometer selama 30 hari nonstop.

Selain itu, China juga memiliki pesawat drone yang mampu terbang hanya 45 sentimeter di atas permukaan laut agar tak dapat dideteksi radar. Menurut majalah Popular Mechanics, pesawat anti-kapal China itu mampu terbang sejauh 965 kilometer per jam sejauh hampir 1.500 kilometer dan mampu membawa 2 ribu 907 kilogram bahan peledak.

Presiden AS Donald Trump dikabarkan telah menyetujui rencana Menteri Pertahanan James Mattis untuk meningkatkan persenjataan Angkatan Laut AS. Terutama untuk menyaingi kemampuan armada laut China. ‘’Pemerintah Beijing diimbau untuk melakukan upaya balasan dan mengambil langkah penting guna menjaga kawasan teritorial dan hak maritim China,’’ bunyi imbauan majalah Global Times, corong pemerintah Beijing.

SaveSave

.

Recent Posts

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

21 hours ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

3 days ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

7 days ago

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

1 week ago

Indonesia Tak Masuk Daftar 75 Negara yang Kena Pembatasan Visa Imigran Trump

Kebijakan yang sempat menghentikan penerbitan immigrant visa bagi warga 75 negara akhirnya dibatalkan hakim federal…

3 weeks ago

Kisah Piping Si Pemburu Ombak

Apa yang dirisaukan para peselancar? Jawabnya pasti, ”Tak ada ombak besar!” Semakin ganas ombak, adrenalin…

4 weeks ago