Categories: CommunityDiaspora

Penembak Kucing Ditangkap di Jedah, Arab Saudi

Seorang lelaki Saudi ditangkap pihak berwajib karena menembak sedikitnya tiga kucing dan mengunggah videonya di medsos Snapchat.

The New York Times melaporkan Jumat (4/8/2017), penangkapan itu diakui oleh Kementerian Lingkungan, Air dan Pertanian Arab Saudi. ‘’Kami mengakui aksi kejam yang bertentangan dengan ajaran Islam dan melanggar hukum Kerajaan Arab Saudi dan Dewan Kerjasama Teluk,’’ bunyi pernyataan resmi kementerian tersebut. Sementara itu, Pemerintah Daerah Mekkah mengungkapkan ‘’Lelaki yang menembak kucing telah ditahan di Jeddah dan penyidikan masih berlangsung, dan hukum akan diterapkan,’’ tulis Pemda Mekkah.

Dalam video yang direkam penduduk Jeddah, menunjukkan seorang lelaki menembak tiga kucing liar karena selalu meninggalkan kotoran di atas empat mobilnya. ‘’Bagi mereka yang menyebut dilarang membunuh kucing, saya katakan keempat mobil itu harus saya cuci setiap pekan gara-gara kucing itu,’’ kata lelaki berusia 26 tahun yang tak disebut namanya itu. Keesokan harinya, ia mengunggah rekaman video wajahnya yang dihiasi telinga dan kumis kucing di Snapchat. Lalu, oleh penduduk setempat, video itu diunggah dan disebarkan di YouTube, sehingga jadi ramai.

Kerajaan Arab Saudi menerapkan hukum Islam yang ketat soal binatang piaraan kucing. Nabi Mohammad pernah bersabda bahwa umat manusia harus memperlakukan kucing dengan baik. Para ulama juga menjelaskan, membilas air sudah cukup menghilangkan najis bagi kucing yang tengah mabuk sekalipun.

Menurut peraturan tentang pemeliharaan binatang Kerajaan Saudi, seorang penyiksa binatang bisa dikenai denda 50 ribu Riyal atau sekitar $ 13 ribu. Bahkan bisa dikenai denda sampai setinggi $ 106 ribu bila melakukan lagi. Menurut media lokal, pihak keluarga pelaku minta perlindungan polisi, karena diancam oleh para tetangganya yang menyaksikan adegan penembakan kucing itu.

.

Recent Posts

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

1 week ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

2 weeks ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

2 weeks ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

4 weeks ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

4 weeks ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

1 month ago