Hubungan India dan China Memanas

Pemerintah China dan India sama-sama meningkatkan kewaspadaan pasukannya untuk menghadapi konflik bersenjata menyusul perselisihan perbatasan Dataran Tinggi Doklam di Pegunungan Himalaya. Business Insider mengabarkan Senin (14/8/2017), Menteri Pertahanan India Arun Jaitley menyatakan di depan parlemen, ‘’Pasukan India siap menghadapi situasi apapun,’’ katanya seperti dikutip Indian Express.

Sementara itu, sebuah sumber di kalangan militer China mengungkapkan, ‘’Tentara Pembebasan Rakyat China, tidak bersedia meladeni pertempuran dengan India. Tapi kami akan mengerahkan pesawat tempur dan rudal strategis untuk melumpuhkan divisi militer India yang ditempatkan di Himalaya,’’ katanya kepada Harian South China Morning Post.

Sumber militer lainnya menyatakan, para perwira tinggi dan pasukan dari Komando Wilayah Barat China telah disiapkan menghadapi perang dengan India. ‘’Ada suara di antara para tentara yang memerintahkan untuk berperang melawan tentara India bila mereka memasuki kawasan teritorial China di Donglang atau Doklam. Dan suara itu didukung warga China,’’ katanya.

Tak cuma itu. Dua negara besar Asia itu sama-sama memperkuat armada lautnya di Teluk Bengali. Bulan Juli lalu misalnya, India bersama mitranya dari AS dan Jepang melakukan latihan perang laut di Teluk Bengali. AS juga telah menyetujui penjualan pesawat angkut militer ke India bernilai $ 365 juta ke India, dan penjualan pesawat drone AS bernilai $ 2 miliar. Kini jajaran angkatan laut India memiliki 8 buah kapal selam Boeing P-8A Poseidon yang melakukan patroli di sepanjang Laut Hindia.

Sedangkan Antony Wong, pengamat militer China di Macau menyatakan bahwa kedua negara itu tampaknya saling merendahkan satu sama lain. Tapi, ‘’Bila konflik perbatasan melebar hingga ke laut, maka sulit bagi pasukan RRC mengalahkan angkatan laut India yang tampaknya lebih kuat setelah memiliki 8 kapal selam patroli Boeing P-8A,’’ kata Antony Wong seperti dikutip South China Morning Post.

.

View Comments

  • Your website pages are very nice, and your articles are well written. Can we exchange links?www.zuqiu.online

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

6 days ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

1 week ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

3 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

4 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

1 month ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago