Categories: DiasporaPolitics

Patung Frank Rizzo di Philadelphia Minta Dirobohkan

Kota-kota di seluruh negara bagian AS tengah mendaftar lagi patung apa saja yang menjadi simbol negara konfederasi atau nasionalis kulit putih, untuk dirobohkan.

International Business Times mengabarkan Rabu (16/8/2017), sebagian besar patung para pemimpin negara konfederasi AS, dibangun setelah perang saudara di AS. Pembangunan patung itu untuk memberi penghormatan kepada para pejuang konfederasi selama era ‘Jim Crow Law’ dicanangkan pada tahun 1950-an dan sejak lahirnya gerakan hak-hak sipil.

Jim Crow Law diberlakukan di hampir seluruh negara bagian pada akhir abad ke-19. Hukum tersebut mewajibkan perbedaan rasial dan warna kulit, terutama di seluruh fasilitas umum seperti bis, kendaraan umum dan kamar mandi umum. Warga kulit hitam dilarang duduk di barisan depan dalam bis umum, dan fasilitas kamar mandi umum dipisahkan khusus untuk warga hitam dan kulit putih. Jim Crow Law tetap diberlakukan di AS, hingga tahun 1965, dan berakhir setelah lahirnya Akta Hak-hak Memberikan Suara yang lahir tahun 1965.

Salah satu di antaranya adalah Patung Frank Rizzo di Philadelphia, yang diminta untuk dirobohkan oleh Helen Gym. Perempuan anggota dewan kota Philadelphia berdarah Asia ini menuntut agar patung itu segera diturunkan, karena satu sebab: Sewaktu menjabat sebagai Walikota Philadelphia, tahun 1960-an, Frank Rizzo yang berdarah Italia itu, memperlakukan warga kulit hitam dan berwarna lainnya secara tidak adil.

‘’Secara rutin dia menargetkan kaum kulit berwarna dan secara brutal memperlakukan mereka tidak adil sewaktu menjadi Walikota Philadelphia,’’ kata Helen Gym. Demikian juga gambar raksasa Frank Rizzo yang terletak di dinding Pasar Italia, Selatan Philadelphia. Kebengisan Frank Rizzo dapat disaksikan lewat sebuah film berjudul ’The Thin Blue Line’ yang beredar 1988.

Polisi juga mendirikan barikade mengelilingi Patung Frank Rizzo yang terletak di halaman depan Kantor Walikota Philadelphia. 13 ribu warga Philadelphia mengeluarkan petisi agar patung itu dipertahankan. Semenetara, seorang warga New Jersey ditangkap polisi karena melempari patung itu dengan telur, sekitar pukul 22.45. ‘’Semua yang berbau rasialis harus diturunkan,’’ teriak Pam Williams dari Philadelphia Barat.

.

Recent Posts

Bisnis Pernikahan Palsu di AS: Bayar $100 Ribu demi Green Card

Lebih dari 1.000 pernikahan diduga direkayasa dalam jaringan penipuan imigrasi lintas negara. Dari pesta pernikahan,…

10 hours ago

Kegiatan Kereta Kencana di Taman Central Park New York Dihentikan tahun 2028

Kegiatan Kereta kencana yang membawa turis berkeliling di Time Square Garden, New York akan berhenti…

4 days ago

Tergiur Kerja di AS, Sejumlah WNI Diduga Tertipu Rp2,8 Miliar

Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…

2 weeks ago

Ribuan Tenaga AI India Terancam Diekstradisi?

Sekitar 500 ribu warga India berprofesi sebagai ahli komputer sedang resah. Semua ini gara-gara pernyataan…

2 weeks ago

Kasus Skema Ponzi Marganda: Theresia Jaya Masuk Tahanan ICE

Apakah pembaca masih ingat kasus skema Ponzi Francius Marganda yang melibatkan kakak beradik Theresia Jaya…

3 weeks ago