1.200 anggota kepolisian Polda Kota Caloocan, Filipina dipecat, setelah sejumlah rekannya terlibat pembunuhan tiga remaja yang diduga pelaku narkoba, pekan lalu. The Guardian melaporkan Jumat (15/9/2017), mereka diberi waktu 45 hari untuk diperiksa.
Bila terbukti tak terlibat, mereka boleh bertugas kembali. Penyelidikan yang dilakukan Departemen Kehakiman Filipina menunjukkan empat anggota polisi Caloocan, kota kedua terbesar Filipina, terlibat dalam pembunuhan pelajar berusia 17 tahun bernama Kian delos Santos. Menurut polisi, Santos dikenal sebagai pelajar pengedar narkoba yang menembak polisi saat terjadi penggrebegan. Tapi tuduhan itu dibantah keluarga delos Santos yang menurut saksi mata, pelajar itu ditembak dari jarak dekat, setelah minta agar tidak dihabisi.
Sejumlah bukti, termasuk rekaman video, menunjukkan dua polisi menyeret tubuh delos Santos, sebelum terdengar suara tembakan. Korban yang tewas dengan kepala ditembus peluru itu, memegang pistol di tangan kirinya, padahal des Santos bukan remaja bertangan kidal. Sejumlah polisi memberi keterangan di depan Senat bahwa delos Santos bukan pemuda yang dicari, namun banyak yang tak percaya.
Tewasnya Kian delos Santos terjadi setelah dua remaja – Carl Angelo Arnaiz, 19 dan Reynaldo de Guzman, 14 – juga tewas di tangan polisi. Menurut pihak keluarga saat kejadian malam itu, Carl Angelo Arnaiz hendak membeli makanan ringan di warung dekat rumahnya, tapi tak kembali. Bekas mahasiswa University of the Philippines itu ditemukan terbujur kaku di kamar mayat 10 hari kemudian. Ahli forensik setempat menduga Arnaiz diborgol dan disiksa sebelum ditembak lima kali.
Sedangkan Reynaldo de Guzman, sahabat Carl Angelo Arnaiz yang ikut membeli makanan ringan, ditemukan menjadi mayat mengambang di sebuah kali di Utara Caloocan. Kepalanya terbungkus plester hitam dan di tubuhnya tampak 28 tusukan.
Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…
Pada Sabtu, 28 Maret, City of Philadelphia menggelar Power Up Philly: Community Tech Expo, salah…
Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…
Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…
Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…