Guru SD Diskors Karena Tugaskan Muridnya Jadi Anggota KKK

Seorang guru sekolah dasar di Lexington, South Carolina diskors karena memberi tugas bagi murid-murid kelas 5 Sekolah Dasar, bagaimana rasanya menjadi anggota Ku Klux Klan di masa Perang Dunia I.

USA Today mengabarkan Selasa (19/9/2017), skors itu dijatuhkan pihak Sekolah Dasar Oak Pointe, setelah paman salah satu muridnya memasang foto penugasan itu di linimasa Facebook. ‘’Keponakan saya yang baru 10 tahun diberi tugas seperti ini,’’ kata Tremain Cooper, paman sang murid itu. ‘’Di rumah dia menangis tak henti-hentinya,’’ kata Tremain Cooper seorang warga kulit hitam.

Maklu, di bawah surat penugasan murid kelas 5 SD itu, tertera tulisan yang menyudutkan kaum hitam. ‘’Coba seandainya kalian ada di sana waktu itu. Lalu kalian juga anggota Ku Klux Klan (KKK). Kenapa kalian pikir perlakuan terhadap warga kulit hitam bisa dibenarkan?’’ Lalu di bawah pertanyaan itu, ada pertanyaan lain yang menyebutkan: ‘’Kini kalian ada di sana dan menjadi orang bebas. Apakah kalian puas dengan kehidupan barumu? Kenapa puas dan kenapa tidak?’’

Pihak Sekolah Dasar Oak Pointe menyatakan pada televisi lokal, telah mengambil langkah serius untuk menangani kasus yang dianggapnya serius tersebut. Pak guru yang memberi tugas tak senonoh itu pun sudah diskors dan investigasi tetap berlanjut. ‘’Kami telah melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Dan kami tetap melakukan komunikasi dengan pihak keluarga dan orang tua murid agar mereka tahu tindakan apa yang kami lakukan,’’ bunyi pernyataan resmi SD Oak Pointe.

‘’Standar yang diterapkan di South Carolina untuk murid-murid kelas 5 SD memerlukan pelajaran mengenai Rekonstruksi dan diskriminasi. Termasuk masalaah KKK. Kita harus mengajarkan standar baku, juga mengambil langkah-langkah agar penugasan seperti kasus ini tidak sampai terulang lagi,’’ bunyi pernyataan pihak sekolah SD Oak Pointe.

.

Recent Posts

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

1 week ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

2 weeks ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

2 weeks ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

4 weeks ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

4 weeks ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

1 month ago