Satu Warga Indonesia di Philadelphia Ditangkap Petugas Imigrasi

Seorang warga Indonesia bernama Ruby Hondiman dikabarkan ditangkap petugas imigrasi AS, di tempat kerjanya di Rumah Makan “Bleu Sushi” Philadelphia. Ruby yang menjadi pramusaji di rumah makan Jepang itu tampak digiring seorang petugas ICE meninggalkan rumah makan yang terletak di di S. 10th Street Philadelphia, PA.

 

 

 

Salah satu temannya, sempat memotret adegan penangkapan itu dan bertanya pada petugas imigrasi yang mengaku sebagai anggota kepolisian Philadelphia. Petugas ICE, atau US Immigration and Costum Enforcement itu menyebut nama Ruby Hodiman, mengambil dompetnya, sebelum memborgolnya dan mengangkutnya ke sebuah mobil berplat ICE yang diparkir dekat kejadian. Saat ditanya alasan penangkapan Ruby, petugas itu hanya menjawab singkat: ‘’Visanya habis masa berlakunya,’’ kata petugas tadi.

Beberapa temannya sempat mengirim foto penangkapan itu ke sejumlah media sosial warga Indonesia di AS. Mereka juga berusaha menelepon saluran telepon darurat New Sanctuary Movement, badan sosial pembela kaum imigran tanpa dokumen, untuk mendapatkan bantuan agar dapat melepaskan Ruby, yang kini dikabarkan masih berada di tahanan imigrasi Philadelphia.

Sementara itu, Pendeta Lukas Kusuma, Pemimpin Gereja Bethany Miracle Center, BMC di Philadelphia, mengungkapkan pihaknya juga berusaha mencari pengacara untuk membantu kasus Ruby Hodiman. Seperti diketahui, Ruby Hodiman lulusan SLTA St. Aquinas, Philadelphia, dan masih lajang itu, dikenal sebagai salah umat BMC yang cukup rajin. ‘’Mohon dukungan doa agar proses pembebasannya lancer,’’ tutur Lukas Kusuma, pemimpin BMC yang sering membantu warga Indonesia yang tertangkap.

Beberapa hari sebelum peristiwa ini, pihak keluarga Ruby telah dihubungi oleh Kedutaan AS di Jakarta. Mereka menanyakan kenapa Ruby belum kembali ke tanah air. Dari penjelasan pihak keluarga tersebut, bisa diduga bahwa Ruby memang menjadi incaran petugas ICE. Bulan Juli lalu, petugas ICE berencana untuk menggelar operasi penggrebegan terhadap 8.700 imigran non-dokumen di seluruh AS. Operasi penggrebegan yang disebut sebagai ‘Mega Operasi’ itu tertunda karena Badai Harvey di Texas dan Badai Maria di Florida. Setelah bencana alam itu mereda, operasi itu masih dilanjutkan.

Penangkapan warga Indonesia pernah terjadi awal bulan Mei lalu. Empat warga Indonesia, yakni bernama Arino Massie, Saul Timisela, Rovani Wangko dan Oldy Manopo kini berada di sebuah tahanan imigrasi di Kota Elizabeth, New Jersey. Mereka dianggap layak pulang ke Indonesia yang kini dinilai aman di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo. Mereka dtangkap setelah melakukan lapor diri ke kantor imigrasi setempat. Sebelumnya, seorang lelaki Manado bernama Nicky ditangkap petugas ICE saat berada di kawasan Chinatown, New York. Nicky dikabarkan termasuk dalam daftar pencarian orang oleh kantor imigrasi AS.

Karena itu, warga Indonesia yang tidak memiliki dokumen resmi atau kadaluwarsa, diharapkan untuk berhati-hati dan memantau perkembangan di Amerika Serikat. Ada baiknya mulai berhemat untuk bekal masa tua di tanah air. Tidak lagi membuang uang di sejumlah kasino atau tempat judi yang kini banyak berdiri dekat Kota Philadelphia, salah satu pusat dan tujuan warga Indonesia di AS. (DP)

 

.

Recent Posts

Pesta Babi, Pembelajaran Demokrasi Kita

oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…

1 week ago

Generasi DACA dan Siklus Ketidakpastian Setiap Dua Tahun

Bagi ratusan ribu imigran muda yang dikenal sebagai Dreamers, Amerika selama bertahun-tahun terasa seperti rumah,…

2 weeks ago

News Reimagined: The Creator Journalism Summit

Washington D.C. - On Monday, May 4th at the National Press Club, journalists, reporters, and…

2 weeks ago

AAPI Heritage Month Gala

On Friday, May 8th, at Xfinity Live! Casino & Hotel, business leaders, community members, and…

2 weeks ago

1PHL Startup Summit: Philly’s up and coming tech startups network

On Wednesday, May 6th, at Ballers Philadelphia, a social sports club in Fishtown, tech entrepreneurs…

2 weeks ago

Nonton World Cup di Philly? Pulangnya Gratis Naik SEPTA

Ketika banyak kota tuan rumah FIFA World Cup 2026 mulai menaikkan tarif transportasi umum demi…

3 weeks ago