Selamat Hari Batik Nasional Indonesia 2 Oktober 2017

Besok 2 Oktober 2017, jangan lupa pakai batik. Pesan itu viral di berbagai media sosial. Tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional, menyusul masuknya BATIK ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada tahun 2009. Mau pakai batik model apa besok?

Terpenting, pilihlah batik asli, yaitu yang menggunakan teknik cap atau tulis, bukan yang disablon. Batik Asli menggunakan lilin panas. Jadi cium dulu kainnya jika ada bau lilin yang digunakan oleh para pengrajin sebagai pelindung warna batik, maka batik bisa dipastikan asli.

Para pria bisa memilih fashion batik dengan kemeja tangan pendek atau panjang, dengan kerah tinggi seperti model baju koko. Begitu disebutkan pengarah gaya Isyanti Tunggadewi.  Dipadu padankan dengan celana jeans atau celana resmi lainnya bisa saja. Bahkan dengan sarung pun. “Sekarang ini pakem berbusana sudah tidak seperti dulu yang serba teratur, kini semua sah saja modelnya mau seperti apa dan padu padan dengan apa. Asal pas dan nyaman,” kata Isyanti kepada Tempo, Minggu 1 Oktober 2017.

Begitu juga dengan sepatu, bisa pakai yang tertutup atau pun terbuka. “Tapi kalau pakai sandal model terompah, sebaiknya perhatikan kebersihan kaki,” katanya serius.

Nah, bagi mereka yang memakai baju batik besok, juga ada berbagai bonus menarik. Dari Es Teler 77 misalnya. Gerai yang terkenal dengan es telernya itu memberikan promo spesial #HariBatikNasional bagi konsumen yang menggunakan batik pada 2 Oktober 2017 besok. Yaitu gratis mie ayam setiap pembeilian es teler-nya.

Promo lain juga digelar smatphone merk Oppo yang menurunkan harganya khusus di Hari Batik Nasional besok. Tunggu apalagi, segera pilih baju batik Anda sekarang, siap-siap untuk dikenakan besok beramai-ramai. Selamat Hari Batik Nasional! (tempo.co.id)

.

Recent Posts

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

53 minutes ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

3 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

3 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

4 weeks ago