Sembilan Korban Mutilasi Ditemukan di Kanagawa, Tokyo

Petugas keamanan Jepang menangkap Takahiro Shiraishi Selasa (31/10/2017), karena diduga sebagai pelaku utama pembunuhan dan mutilasi 9 orang korban di Zama, Kecamatan Kanagawa, Tokyo.

The New York Time mengabarkan, kasus ini terungkap setelah polisi mencari dua perempuan yang hilang secara misterius. Dan polisi akhirnya menemukan jasad kedua korban di kediaman Takahiro. Di dalam rumah Takahiro, ditemukan potongan sembilan korban dan sejumlah kepala manusia di dalam lemari pendingin.

Petugas penyelidik mengatakan, pertama-tama mereka menemukan kepala dua perempuan yang dicari itu, di dalam kotak pendingin. Kedua korban ditutupi kotoran kucing, agar tidak tercium petugas. Lalu ditemukan lagi kepala manusia di pintu masuk lantai dua, dan satu lagi di dalam kotak pendingin lain di dalam ruangan. Sementara tubuh delapan korban perempuan dan satu lelaki yang membusuk ditemukan di dalam rumah Takahiro.

Awalnya, polisi mencari seorang perempuan berusia 23 tahun yang dinyatakan hilang. Berita kehilangan itu dipasang di sejumlah linimasa, sehingga polisi bergerak melakukan pengusutan. Dalam rekaman kamera yang terpasang di salah satu stasiun kereta, Takahiro tampak berjalan bersama korbannya. Belum jelas motivasi Takahiro melakukan pembunuhan disertai mutilasi itu. Kepada polisi Takahiro mengaku membunuh ke-9 korbannya sejak pindah ke apartemen barunya di Kanagawa, Agustus lalu.

Tubuh korban dipotong-potong di dalam bak mandi, dan menyebarkan bagian tubuhnya di tong sampah untuk menghilangkan jejak.

Kecamatan Kanagawa yang berpenduduk 9 juta jiwa, menjadi tempat beberapa pembunuhan tahun belakangan ini. Agustus lalu, seorang lelaki ditahan karena berkaitan dengan kasus pembunuhan dua perempuan China yang bekerja di Kota Yokohama. Tubuh mereka ditemukan di dalam kopor di kawasan terpencil di luar kota. Tahun lalu, seorang lelaki menusuk 19 orang korbannya di pusat perawatan kaum tuna daksa, tempat pelaku pernah bekerja, di Kota Sagamihara, Kanagawa, Tokyo.

.

Recent Posts

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

2 weeks ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

2 weeks ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

3 weeks ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

1 month ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

1 month ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

1 month ago