Pemerintah Singapura mencekal Ismail Menk dari Zimbabwe dan Haslin Baharim dari Malaysia yang berencana melakukan kotbah di atas kapal penumpang dari Singapura menuju Indonesia.
Newsweek mengabarkan Senin (30/10/2017), pencekalan itu dilakukan karena kedua pengkotbah Muslim itu meminta warga Muslim untuk melarang perayaan Natal dan anti multikultural. Singapura sebagai negara multi religius, menerapkan tindakan keras bagi para pengikut garis keras yang menentang toleransi beragama.
‘’Mereka tidak diizinkan menyiasati larangan mengobarkan anti-agama lain dengan cara berkotbah di atas kapal dari dan ke Singapura,’’ bunyi pernyataan resmi seorang pejabat Singapura. Pandangan yang memecah belah toleransi itu, ‘’Akan merusak keselarasan sosial dan menghanyutkan masyarakat awam,’’ lanjut pernyataan tadi.
Singapura menerapkan peraturan dan kode etik yang ketat bagi para pemimpin agama yang ingin mendapat pengakuan dari pemerintah setempat. Singapura mengalami sejarah panjang soal pelarangan warga asing, yang mengancam kondisi sosial Singapura. Di bawah hukum setempat, para pemimpin agama diwajibkan mendaftarkan diri dan menjelaskan di mana mereka akan mengajar, sebelum mereka diizinkan berpraktik agama.
Bulan lalu, dua pemimpin agama Kristen dicekal masuk ke Singapura karena komentar mereka yang dinilai menyinggung agama lain. ‘’Dalam pernyataan resminya di luar negeri, mereka terlalu Islamophobia, sehingga kami putuskan untuk melarang mereka masuk,’’ kata K. Shanmugam, Menteri Urusan Dalam Negeri dan Hukum Singapura.
Pada hari Senin, Singapura juga melarang peredaran empat buku Islam Indonesia yang berisi penyebaran agama yang tidak diinginkan dan sangat membahayakan. ‘’Ancaman ekstrimisme benar-benar nyata dan tidak dapat dianggap remeh,’’ kata Yacoob Ibrahim, Menteri Penerangan Singapura. ‘’Pemerintah melarang keras penggunaan penerbitan dan buku-buku untuk mengungkapkan ideologi yang merusak kenyamanan masyarakat Singapura,’’ lanjut Yacoob Ibrahim.
Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…
Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…
Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…
Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…
Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…