Karen Fonseca, seorang ibu dari Fort Bend County, Texas ditangkap polisi karena memasang stiker anti-Trump dan pengikutnya di bagian belakang mobil truknya.
Fox News mengabarkan Jumat, pekan lalu, stiker yang dipasang di kaca belakang mobilnya berbunyi: ‘’F*** TRUMP AND F*** YOU FOR VOTING HIM”. Tak cuma itu, sebuah gambar jari tengah diselipkan di antara kata-kata itu sehingga menambah kesal para pendukung Trump di Texas, negara bagian yang dihuni pendukung Partai Republik.
Namun Karen bersikeras tak bersedia mencopotnya. ‘’Kami sudah memasang sejak 11 bulan lalu. Itu stiker lama dan tidak menimbulkan masalah,’’ kata Karen didampingi suaminya Cook Fonseca. ‘’Kami ingin agar aspirasi kami tersalurkan. Tulisan itu mencerminkan pikiran kami,’’ sambung Karen yang juga dikecam para ibu di sekolah anaknya. ‘’Saya tidak akan mencopotnya, karena saya tidak melanggar hukum,’’ kata Karen menegaskan.
Hal itu mendorong Sheriff Troy E. Nehls menggelar diskusi yang mengundang komentar dari dua kubu di Facebook. Hasilnya? Banyak yang menyarankan ‘Tempelan di belakang Truk Putih’ itu tetap dipasang karena sesuai dengan Amandemen Ke-1 Konstitusi AS yang memberikan kebebasan berpendapat bagi setiap warganya. ‘’Amandemen itu jelas isinya. Dan anda keliru!’’ bunyi tulisan Jason Weinman, memberi komentar.
Bahkan, organisasi pembela hak-hak warga AS, The American Civil Liberties Union of Texas meminta Karen Fonseca mengontak mereka dan menawarkan memberi pengajaran hukum bagi polisi. ‘’Konstitusi 101 berbunyi: Kalian tidak boleh melarang seseorang berbicara hanya karena menggunakan kata: F**CK’’ tulis organisasi itu. Hingga kini Karen Fonseca masih berkeliling dengan truk putihnya dengan tulisan dan jari tengah.
Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…
Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…