Pemerintah China memberikan ‘Kartu Hijau’ atau penduduk tetap China kepada Bernard Feringa asal Belanda dan Kurt Wuthrich dari Swiss, dua ilmuwan pemenang Nobel dunia.
Yahoo News mengabarkan, dengan kartu hijau itu, kedua ilmuwan tersebut diperlakukan sebagai warga istimewa oleh Pemerintahan Presiden Xi Jinping, dan tidak diwajibkan memiliki visa bila berkunjung ke China. Benard Feringa, pemenang Nobel Kimia tahun 2016, dipersilakan mengambil kartu hijaunya bulan Desember 2017. Bernard akan memimpin sebuah tim peneliti tentang ‘Materi Penyembuhan Mandiri’ di fakultas Ilmu dan Teknologi East China University. Sedangkan Kurt Wuthrich, adalah pemenang Nobel Kimia 2002 akan mengepalai tim riset di ShanghaiTech University tentang receptor human cell.
Pemberian kartu hijau ini diberikan Pemerintah Beijing sejak 2004 untuk menarik sejumlah ilmuwan dunia membantu China agar menempati posisi setara dengan AS dan Eropa. Kartu hijau juga diberikan kepada para investor asing, para eksekutif dan individu yang memberikan kontribusi besar bagi China. Untuk itu, Pemerintah China memberikan prasyarat sangat tinggi. Para calon penerima kartu hijau diminta memegang posisi tinggi dalam proyek nasional. Sedangkan para investor harus menanam investasinya bernilai $ 500 ribu ke kawasan miskin di Barat China, di samping kriteria lainnya.
Selama kurun waktu 2004-2013, China hanya mengeluarkan 7.356 kartu hijau. Sangat sedikit dibandingkan AS yang memberikan sampai jutta kartu hijau. Namun selama tahun 2016 China memberikan 1.576 kartu hijau. Shanghai merupakan kota paling aktif memberikan kartu hijau karena menjadi pusat penelitian China.
The Shanghai Zhangjian National Innovation merupakan perusahaan teknologi tinggi yang dijalankan oleh Pemerintah Shanghai. Sejauh ini tercatat 30 ilmuwan yang mendapatkan kartu hijau. Di antara 900 ribu pemegang paspor asing yang tinggal di China, para pemegang kartu hijau, adalah warga negara asing pilihan.
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…