Starbucks buka gerai kopi terbesar di Shanghai, China

Starbucks membuka gerai terbesar di Shanghai, China Rabu (6/12/2017). The New York Times mengabarkan, gerai terbesar di dunia tersebut berukuran hampir 2.700 meter persegi, dan dilayani oleh 400 pegawai. Di dalam gerai yang disebut Starbucks Reserve Roastery, pengunjung dapat melihat dari dekat proses pembuatan minuman kopi panas, cokelat panas dan kue-kue yang biasa disajikan kedai kopi AS itu.

Pipa transparan yang melingkar di bagian atas, membawa biji kopi ke beberapa tungku pemanggangan. Dua buah tungku besar berhiaskan ornamen tradisional China tampak berdiri megah. Biji-biji kopi dikirim lewat pipa ke belasan petugas yang mengolah kopi panas. Beberapa di antaranya menggunakan mesin pengolah minuman kopi panas yang disajikan bersama dengan minuman lain seperti teh dan cokelat serta kue dan makanan lain.

Tidak seperti perusahaan raksasa lain – Coca Cola atau McDonald – yang menarik diri dari China, Starbucks malah membuka gerainya di Shanghai. Perusahaan kedai kopi dari AS itu membayar gaji karyawannya lebih tinggi dibandingkan perusahaan raksasa lainnya. Bahkan menawarkan pelbagai fasilitas, termasuk perumahan dan tunjangan kesehatan.

Saat pembukaan perdana, Starbucks diserbu ratusan pengunjung. Mereka bersedia antre di udara dingin Shanghai, untuk menikmati hangatnya kopi panas sambil melihat bagian dalam gerai mewah itu. Salah seorang di antaranya adalah He Junwei, yang harus menempuh perjalanan 160 kilometer dengan kereta cepat. He Junwei harus menunggu satu jam sebelum masuk ke gerai Starbucks.

‘’Kadang saya bikin kopi sendiri di rumah,’’ kata He Junwei, pekerja logistik di Hangzhou itu. Meski umumnya penduduk China suka minum teh, saya lebih suka minum kopi,’’ kata He Junwei. ‘’Sekali merasakan, sulit untuk menghentikan kebiasaan minum kopi,’’ lanjutnya.

Starbucks memiliki 3 ribu gerai di China, dan berencana menambah 5 ribu buah gerai baru dalam empat tahun ke depan.

.

Recent Posts

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

2 days ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

2 weeks ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

2 weeks ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

3 weeks ago

Global Citizenship Indonesia (GCI) Sepi Peminat

Banyak nada pesimis dan rasanya jauh panggang dari api! Bagaimana tidak, sejak Golden Visa Indonesia…

1 month ago

ICE dan Kewenangannya: Bisa Tahan Warga AS?

Immigration and Customs Enforcement (ICE) kembali menjadi sorotan publik. Lembaga federal yang selama bertahun-tahun dikenal…

2 months ago