Karena Putus Cinta, Bocah Afghanistan Bunuh Remaja Jerman

Seorang bocah remaja Afghanistan berusia 15 tahun ditangkap polisi Jerman setelah membunuh gadis Jerman, pacarnya di Ludwigshafen, Kamis (28/12/2017).

Deutsche Welle mengabarkan, gadis remaja yang juga berusia 15 tahun itu ditusuk setelah bertemu dengan pelaku di sebuah apotik, Rabu malam. Ada kabar, pembunuhan itu terjadi setelah keduanya bertengkar setelah gadis Jerman itu memutuskan hubungan mereka lewat linimasa, awal Desember lalu. Remaja Jerman itu tewas dengan tusukan pisau dapur sepanjang 20 sentimeter. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun jiwanya tidak tertolong lagi.

Pihak kepolisian setempat mengungkapkan, bocah Afghanistan itu tiba di Jerman tanpa ditemani orang tuanya sekitar Musim Semi tahun 2016. Bocah tersebut terdaftar di Frankfurt, kemudian dipindahkan ke Distrik Germersheim di Rhineland-Palatinate dan tinggal di sebuah penampungan remaja hingga September lalu.  Bocah itu kemudian dipindahkan lagi ke sebuah kelompok remaja di Neustadt.

Diperkirakan pada saat itulah, bocah Afghanistan itu menjalin asmara dengan gadis remaja Jerman. Entah kenapa, hubungan mereka yang baru berlangsung bulan itu renggang dan gadis Jerman itu memutuskan hubungan mereka. Hal itu diumumkan lewat sosial media ke seluruh teman-teman mereka berdua. ‘’Hubungan mereka putus awal Desember lalu, dan diumumkan di linimasa dan lewat telepon,’’ tutur petugas polisi yang menangani kasus ini.

Meski demikian, ‘’Pihak kepolisian masih tetap menyelidiki motif di balik kasus pembunuhan itu,’’ tutur Angelika Mohlig, jaksa penuntut umum. Sesuai perintah hakim, bocah Afghanistan itu ditahan sebagai tersangka pembunuh. Hukuman maksimum bagi pembunuhan oleh remaja sekitar 10 tahun penjara. ‘’Orang tua korban telah mengajukan tuntutan terhadap pelakunya 15 Desember kemarin, setelah putrinya memutuskan hubungan mereka,’’ tutur Kepala Kepolisian Eberhard Weber.

.

Recent Posts

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

1 week ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

3 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

3 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

4 weeks ago

Dari Nol di Negeri Orang: Pelajaran Hidup dari Berbagai Pekerjaan di Amerika

Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…

4 weeks ago