Banyak Warga Kuwait Simpan Dana di Iran

Banyak warga Kuwait yang menanamkan uangnya di sejumlah bank Iran karena tingkat suku bunganya cukup tinggi, dibanding bank-bank di Timur Tengah lainnya.

Arab Times Online mengabarkan Jumat (5/1/2018), bunga setinggi 22% per bulan di bank Iran menjadi daya tarik bagi warga Kuwait. Jumlahnya, menurut harian Al-Rai, akan terungkap dalam waktu dekat. Menurut analisa harian Arab Times, para penanam dana Kuwait itu, ramai-ramai menarik uangnya dari Iran, karena khawatir nilai mata uang Iran bakal anjlok setelah kerusuhan unjuk rasa di dalam negeri.

Seorang pejabat ahli pencucian uang mengungkapkan, deposito warga Kuwait di Iran mencapai ratusan juga dolar. Pengamatan yang dilakukan belakangan ini, menunjukkan deposito yang ditanam di Iran semakin tinggi, setelah lembaga keuangan Iran menawarkan suku bunga sampai 22%. Jauh lebih tinggi dibandingkan suku bunga di bank-bank Kuwait dan Timur Tengah lainnya.

Pengamat tersebut juga menjelaskan bahwa pengiriman dana dari Kuwait semakin mudah dewasa ini, karena dapat dilakukan lewat internet. Terutama oleh sejumlah perusahaan penukaran mata uang yang diawasi oleh Kementerian Perdagangan dan Industri Iran. Pengamat itu juga menjelaskan bahwa kegiatan perdagangan mata uang juga dilakukan bagi mata uang negara-negara Teluk.

Perusahan pedagang valas mengirim dana ke Iran, lewat sejumlah perwakilan Iran di negara-negara Teluk. Dana yang ditransfer secara ilegal itu tidak dijamin terkirim secara aman di Kuwait atau Iran, karena kontrak antara penanam dana dan bank tidak dilakukan secara resmi. Maklum, para penanam dana bisa dikenai tuduhan pencucian uang dan pendanaan terhadap kelompok teroris.

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

1 day ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

3 days ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

3 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

4 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago