Categories: EconomyPolitics

Hampir Seratus Gerai 7-Eleven digrebeg petugas imigrasi ICE

Jajaran petugas imigrasi, ICE menggrebeg hampir 100 buah gerai 7-Eleven di sejumlah kota AS yang diduga mempekerjakan tenaga kerja non-dokumen.

The Washington Post mengabarkan, penggrebegan Rabu dinihari (10/1/2018), petugas ICE mendatangi 98 toko kelontong 7-Eleven dan menahan 21 orang. ‘’Aksi hari ini untuk mengirimkan pesan kepada para pelaku bisnis AS agar tidak mempekerjakan tenaga kerja non-dokumen,’’ tutur Thomas D. Homan, pejabat tinggi ICE. ‘’Petugas akan menegakkan hukum, dan bila anda ketahuan melanggar hukum, anda harus bertanggung jawab,’’ lanjutnya.

Sebelumnya, ICE mengirimkan petugasnya untuk memberikan pemberitahuan akan melakukan audit dan melakukan wawancara pemilik 7-Eleven pukul 6.00 pagi. Warung 7-Eleven sengaja jadi sasaran karena banyak mempekerjakan tenaga kerja asing non-dokumen. Negara bagian yang menjadi sasaran antara lain California, Colorado, Maryland, Pennsylvania, New Jersey, New York, Texas dan Washington. ‘’Petugas ICE akan melanjutkan operasi ini untuk melindungi warga AS agar mendapatkan pekerjaan. Antara lain dengan menghapuskan kompetisi perusahaan yang mempekerjakan pekerja ilegal dengan gaji lebih murah,’’ kata Thomas D. Homan.

Banyak warga Indonesia yang tak memiliki dokumen lengkap bekerja di sejumlah toko 7-Eleven di Philadelphia, New Jerse, Maryland dan kota lainnya. Mereka umumnya bekerja cukup berat, malah harus membayar pajak, walaupun gajinya termasuk minim. Banyak di antaranya yang tak betah dan pindah bekerja ke tempat lain.

Penggrebegan Rabu pagi itu bukanlah aksi pertama yang dilakukan petugas ICE. Pada 2013, penggerebegan serupa menangkap tujuh pemilik dan manajer 7-Eleven. Mereka dikenai tuduhan melakukan konspirasi melakukan penipuan, pencurian identitas dan melindungi serta mempekerjakan pekerja ilegal di toko miliknya,’’ bunyi penjelasan resmi ICE. Hampir seluruh tersangka mengakui kesalahannya dan diperintahkan membayar kembali $ 2,6 juta kepada para pekerjanya yang digaji rendah, dan tak sesuai dengan gaji minimum setempat.

Tahun lalu, ICE juga melakukan audit terhadap 1.360 pekerja 7-Eleven, dan menahan lebih dari 300 orang karena melakukan pelanggaran administrasi dan kriminal. Pihak 7-Eleven diperintahkan membayar $ 97,6 juta untuk biaya penyitaan, denda dan restitusi pengadilan. Denda $ 7,8 juta ditambahkan untuk membayar denda sipil.

.

Recent Posts

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

4 days ago

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

6 days ago

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

2 weeks ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

2 weeks ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

3 weeks ago

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

3 weeks ago