Popularitas Donald Trump di mata dunia merosot ke titik nadir

Popularitas dan kepercayaan dunia terhadap Presiden AS Donald Trump jatuh ke titik terendah, berdasar poll pendapat yang disebar di 134 negara di dunia.

CNN mengabarkan Kamis (18/1/2018), jajak pendapat yang dilakukan Gallup poll mengungkapkan 30% masyarakat dunia mendukung kepemimpinan Trump. Hanya sedikit berbeda dengan pemimpin China Xi Jinping yang cuma 31% dan berbeda tiga poin dari Rusia. Sedangkan pemimpin negara dunia yang paling tinggi diraih Jerman dengan 41% suara.

Jajak pendapat itu diterbitkan bersamaan dengan satu tahun Pemerintahan Donald Trump, Sabtu (20/1/2018). Merosotnya kepercayaan dunia pada Trump, merosot 20 poin dibandingkan keperayaan terhadap Barrack Obama tahun lalu yang setinggi 48%. Demikian juga dibandingkan Presiden George W. Bush yang masih setinggi 34%. ‘’Tahun ini, hanya 30% warga dunia yang menilai kepemimpinan Trump cukup baik,’’ tutur John Clifton, managing partner Gallup.

Merosotnya kepercayaan dunia, tak terlepasa dari kebijaksanaan ‘America First’ yang dicanangkan Presiden Donald Trump. Di bawah kepempimpinan mantan pengusaha properti itu, AS menarik diri dari sejumlah pakta dan kesepakatan global serta perdagangan, lingkungan dan pertahanan. Dan, langkah terakhir Trump yang membuat kepercayaan dunia anjlok, saat AS menarik diri dari pakta Paris Climate, dan menjadikan AS sebagai negara satu-satunya yang tidak menyepakati pakta tentang lingkungan itu.

Sementara itu, ada empat negara yang masih menaruh kepercayaan terhadap AS. Keempat negara itu adalah Belarus, Israel, Macedonia dan Liberia. Keputusan Trump mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel bulan lalu, menjadikan keempat negara itu masih menaruh kepercayaan, walaupun keputusan Trump itu dikecam masyarakat internasional.

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

7 days ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

1 week ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

3 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

4 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

1 month ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago