Presiden AS Donald Trump mengimbau para pemimpin Palestina agar tetap melakukan negosiasi dengan Israel, atau menghadapi ancaman seluruh bantuan dari AS bakal dibekukan.
CNN mengabarkan, hal itu diungkapkan Trump di Davos, Switzerland, Kamis (25/1/2018). ‘’Kami telah memberikan bantuan jutaan dolar dalam bentuk bantuan dan dukungan,’’ kata Trump. ‘’Jumlah yang sangat besar. Kini uang itu ada di atas meja dan tidak akan dikirim ke mereka, apabila mereka tidak mau kembali ke meja perundingan,’’ kata Trump usai bertemu dengan PM Israel Benjamin Netanyahu.
Trump juga kesal dengan para pemimpin Palestina yang tidak bersedia menemui Wakil Presiden Mike Pence, saat berkunjung ke Jerusalem. ‘’Mereka tidak menghargai AS dengan menolak bertemu dengan Wapres AS.’’ lanjut Trump.
Belum jelas bagaimana nasib bantuan AS terhadap Palestina di masa datang. Yang pasti, AS merupakan negara terbesar di antara pemerintah asing lain, yang memberikan bantuan ke Palestina. Sejak Perjanjian Perdamaian Oslo diteken 1994, Pemerintah Washington DC memberikan bantuan bernilai total $ 5,2 miliar lewat organisasi USAID. Dana itu diberikan guna pembangunan dan biaya operasional Pemerintah Palestina.
Termasuk untuk membayar kebutuhan kesehatan warga Palestina, juga keperluan air bersih, sanitasi, pembangunan infrastruktur, pendidikan, serta bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza. Bahkan menurut data USAID, Pemerintah Washington memberi bantuan sebesar $ 600 juta per tahun, akhir-akhir ini.
Selain lewat USAID, AS juga memberikan bantuan senilai $ 290 juta untuk menjaga keamanan warga Palestina dan membayari gaji para penegak hukum Negara Palestina. Dari jumlah itu, $ 55 juta di antaranya dialokasikan untuk anggaran tahun 2016 lalu. Yakni, melakukan pelatihan dan peralatan bagi para petugas polisi, pelatihan pasukan pemadam kebakaran, merehabilitas ruang pengadilan dan pelatihan bagi para hakim serta pengacara.
Lewat lembaga pendidikan dan sosial UNWRA, Washington mengirim bantuan sebesar $ 355 juta pada tahun 2016 silam. Angka itu menurun dibandingkan ahun 2015 yang mencapai $ 380,5 juta. Berkat UNWRA sebanyak 500 ribu bocah Palestina dapat belajar di 700 sekolah yang didirikan di Timur Tengah. Badan sosial itu juga mempekerjakan ratusan dokter untuk memberikan perawatan terhadap 11 juta pasien di 150 pusat-pusat kesehatan, setiap tahunnya.
Sejauh ini, Kongres dan Senat AS masih membicarakan bantuan dana bagi Pemerintahan Palestina itu.
Ingin merasakan sensasi terbang di atas punggung naga seperti dalam film How to Train Your…
Panggil saja ia Kembang. Gadis belia asal Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu menyimpan…
Lebih dari 1.000 pernikahan diduga direkayasa dalam jaringan penipuan imigrasi lintas negara. Dari pesta pernikahan,…
Kegiatan Kereta kencana yang membawa turis berkeliling di Time Square Garden, New York akan berhenti…
Program undian Kartu Hijau atau Green Card dibuka kembali oleh Pemerintah AS. Mulai 29 Oktober 2026,…
Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…