Universitas Indonesia mengirimkan tujuh orang delegasi untuk Harvard National Model United Nations (HNMUN) 2018, simulasi sidang PBB yang diadakan di Boston, Massachussets, Amerika Serikat pada 15-18 Februari 2018. HNMUN merupakan simulasi sidang PBB yang paling tua dan paling bergengsi di seluruh dunia, dan diikuti oleh 2700 peserta dari 69 negara. Ketujuh mahasiswa tersebut adalah:
• I Gede Sthitaprajna Virananda (Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2016) dan Aurora Maria Sarah Silitonga (Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2014), mewakili Benin di komite Economic and Financial Majelis Umum PBB (2nd Committee of General Assembly) • Shinta Wulandari Basuki (Fakultas Hukum 2015) dan Joviana Henza (Fakultas Hukum 2016) mewakili Benin di komite Social and Humanitarian Majelis Umum PBB (3rd Committee of General Assembly) • Kenneth Nicholas (Fakultas Hukum 2015) dan Dominique Virgil (Fakultas Hukum 2015) mewakili Benin di Legal Committee Majelis Umum PBB (6th Committee of General Assembly) • Mutiara Annisa Baswedan (Fakultas Hukum 2016) mewakili Belarus di International Atomic Energy Association (IAEA)
Komite-komite Majelis Umum PBB tersebut diikuti oleh hampir 300 orang yang mewakili lebih dari 100 negara dari perguruan tinggi ternama di dunia, termasuk Yale University, Columbia University, University of Pennsylvania,
Tidak hanya itu, universitas-universitas lain dari Indonesia juga mengirimkan delegasinya untuk mengikuti lomba ini, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjajaran, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Pelita Harapan, Universitas Diponegoro, dan Universitas Parahyangan. Namun, Universitas Indonesia tidak kalah dengan universitas-universitas tersebut, dibuktikan dengan keberhasilan kami meraih penghargaan, tidak hanya satu penghargaan, namun dua penghargaan.
Delegasi Universitas Indonesia untuk Harvard National Model United Nations (HNMUN) 2018 merupakan satu-satunya delegasi dari Indonesia yang membawa pulang penghargaan dari ajang yang bergengsi ini. Penghargaan yang kami dapatkan antara lain:
• Diplomatic Commendation Award untuk I Gde Stithaprajna Virananda & Aurora Maria Sarah Silitonga di Komite Economic and Financial dengan membawa topik Global Access to Financial Services
• Diplomatic Commendation Award untuk Kenneth Nicholas & Dominique Virgil di Legal Committee dengan topik The Protection of Threatened Religious Minority Groups
Adapun Diplomatic Commendation Award setara dengan juara 4 dari keseluruhan peserta. Delegasi UI merasa sangat bersyukur karena bisa mengharumkan nama Indonesia di tengah-tengah kompetisi yang sangat prestisius. (resdikti.go.id)
Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…
Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…
Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…
Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…
Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…